Target : Industri CPO Kurangi Orang Miskin


Jakarta – Menko Perekonomian Darmin Nasution mengatakan, industri minyak sawit atau Crude Palm Oil (CPO), terbukti efektif mengurangi jumlah rakyat dhuafa atau miskin.

“Satu hektar perkebunan sawit, misalnya, dapat menghasilkan rata-rata 3,8 ton minyak (CPO). Harga saat ini, kira-kira 2.150 dolar AS per hektar. Bandingkan dengan perkebunan karet dengan produktivitas 1 ton per hektar, hasilnya masih di bawah yakni 1.500 dolar per ton,” papar Darmin dalam rilis kepada media di Jakarta, Rabu (16/03/2016).

Lebih lanjut Darmin menambahkan, perkebunan sawit, rata-rata membutuhkan 0,12 pekerja per hektar. Ini memainkan peran sangat besar untuk pengentasan kemiskinan dan penciptaan lapangan kerja untuk Indonesia.

“Perkebunan sawit mampu menyerap lebih dari 4 juta tenaga kerja langsung dan lebih dari 10 juta tenaga kerja tidak langsung serta berkontribusi besar terhadap ekspor non-migas Indonesia,” ujar Darmin.

Praktek sustainable palm oil juga memainkan peran penting untuk mengurangi emisi karbon hingga 29% pada 2030 dan 41% dengan dukungan internasional. Pemerintah berencana untuk fokus pada penanaman kembali CPO di lahan kritis, dan daerah berproduktivitas rendah untuk meningkatkan hasil.

“Kami memperkenalkan kebijakan ini selama lingkungan bahan bakar fosil menurun sehingga beban bagi konsumen akan relatif minimal. Untuk menambal perbedaan harga, kami berpikir untuk mengambilnya dari marjin produsen minyak, bukan membebankannya kepada konsumen,” kata Darmin.

Pada tahun 2015, perkebunan CPO Indonesia sudah mencapai 11 juta hektar, dengan total produksi mencapai 32 juta ton. 45% dari lahan ini milik petani, sisanya dikuasai oleh korporasi dan BUMN. [inilah]

 

sumber : inilah.com