Pelaku Seksual anak. Dikebirikan


Wasiatriau  – tindak kejahatan kekerasan terahadap anak sudah sampai ketitik klimaks nya. Pasalnya sanksi hukum yang ada tidak membuat pelaku  jera. Malah makin meningkat  kejajatan seksual terahadap anak.

Dalam bulan april hingga mei saja telah terungkap beberapa kejahatan seksual terhadap anak dibawah umur. Kejahatan seksual disertai dengan pembunuhan.

Kejahatan sadis tersebut  membuat hati jadi terhenyuh mendengarnya. Karena perbuatan pelaku sangat kejam. Bukan hanya kejahatan seksual yang dilakukan. Tapi disertai pembunuhan.

Salah satu kasus yang terjadi kejahatan seksual terahadap anak seperti kasus yuyun yang terjadi di rejang  lebong. Diindakasikan para pelakunya menenggak miniman keras. Sudah empat kali melakukan kejahatan seksual.

Melihat kejadian pelaku kejahatan seksual yang semakin marak berkembamg. Membuat Presiden Republik Indonesia, Jokowi Dido turun tangan. Membuat PERPPU Kejahatan perlindungan kejahatan terahadap anak. Dalam perppu tersebut menambah pemberatan hukum kebiri terahadap kejahatan seksual terhadap anak dibawah umur.

Dalam pernyataan konfrensi pers Jokowi Dido menyatakan kejahatan seksual anak adalah kejahatan luar biasa. Pelaku kejahatan tersebut dikenakan hukuman tambahan kebiri, pemasangan cip. Demikian pantauan wasiatriau dimedia TV one disaat di umumkan pengesahan perppu tersebut.

” Kejahatan seksual anak adalah kejahatan luar biasa. Anak anak harus dilindungi, ”

Hukuman kebiri sebenarnya sudah lama berlaku di beberapa negara.sembilan negara yang memberlakukan hukuman kebiri seperti negara Amerika Serikat, Belgia, Maldova. Estonia. Brazil, Argentina, Australia, Korea Selatan dan Rusia.

Berbagai tanggapan pro kontra terhadap hukuman kebiri tersebut. Termasuk Ikatan Dokter Indonesia tidak bersedia melakukan eksekusi. Srementara sebagian besar masyarakat Indonesia menyambut baik hukuman kebiri terahadap terpidana kejahatan seksual terhadap anak di bawah umur. ( aba )