Teluk Makmur Potensi Situs Budaya Terpendam


Wasiatriau.com – Teluk makmur nama salah satu kelurahan kecamatan Medang Kampai Kota Dumai. merupakan sebuah desa kecil, namun sarat dengan nilai nilai situs budaya yang belum tergalikan. Demikian pantauan awak media saat berada di desa tersebut.

Asal muasal kelurahan teluk makmur tersebut disebut kampung puak. Ketika dumai berubah status administrasi dari kecamatan dumai menjadi kota Administratif kabupaten dati Iin Bengkalis Provinsi Riau.

Sementara kampung puak tersebut siapa yang memberi  nama dan kapan nama kampung itu di sebut puak dan dibuka oleh orang orang terdahulu menjadi kampung, sampai saat berita ini dirilis masih belum dapat terungkap.

Kembali dengan cerita kampung tertua tersebut, salah seorang warga asli kampungan tersebut menceritakan pada awak media yang tak mau disebutkan namanya, menerangkan, bahwa puak dulunya sebagai pusat perekonomian masyarakat, kata ibuk lansia tersebut.

Ucapan nenek tersebut sejalan dengan adanya bekas darmaga yang diperkirakan berdiri sekitar tahun 1927. Namanys bom pabean, selain itu data kepenghuluan sebagai kepala pemerintahan kampung puak tersebut Mulai tahun 1817, sebagai penghulu bernama Mataem. Disamping itu ketika pemerintahan sultan Siak Sri indra pura, sultan telah mengutus seorang imam sebagai tuan kadi ( KUA,red ), tugas tersebut langsung dari sulam dan di buktikan dengan stampel kerajaan Siak. tugas yang di emban untuk melaksanakan kegiatan yang menyangkut keagamaan islam. Imam mesjid, kadi nikah dan kegiatan kerohanian yang berkaitan dengan agama islam.

Begitu juga banyaknya makam yang dianggap sakral oleh warga kampung puak tersebut. Seperti ada makam bujang senang yang kononnya umur makam tersebut hampir tahun.disamping itu belum lama ini ditemukan beberapa kuburan di dasar laut teluk makmur masih utuh. Kondisi  batu nisan kuburan tersebut  masih utuh sebagai mana biasanya.temuan kuburan dalam laut bermula penggalian kabel telkom beberapa tahun silam, namun temuan tersebut belum ada tindak lanjut dari pemerintah untuk diteliti usia kuburan tersebut.sementara jarak kuburan dalam dasar laut dengan pantai hampir sejauh 500 meter.

Nada yang sama juga dikatakan seorang kakek, mengatakan dulu banyak rumah panggung bermotif adat melayu. Rumah rumah besar warga puak tersebut adalah rumah orang kaya saat itu. Kerja mereka sebagai pedagang dan tokeh karet. Hasil karet dan hasil perkebunan di bawa pedagang ke luar negeri melalui pelabuhan bom pabean tersebut.

Begitu makmur penduduk kampung puak saat itu begitu juga banyaknya peninggalan sejarah yang belum tergali oleh pemerintah.

Masih ucapan kakek itu lagi. Seharusnya tempat tempat bersejarah tersebut dipugar dan di rawat. Agar tempat tersebut tidak hilang dan dapat untuk di ingat oleh anak cucu warga puak yang hampir terlupakan. Demikian kata kakek tersebut sedikit berharap. ( aba )