Harga Kebutuhan Pokok Naik


Wasiatriau  – Sudah menjadi kebiasaan bila memasuki bulan ramadhan.  Harga bahan pokok merangkak naik secara masif.Demikian pantauan awak media wasiatriau di pasar tradisional yang Ada di kota dumai.

Kenaikan harga bahan pokok bukan saja  terjadi disaat bulan ramadhan. Apalagi dalam menghadapi suasana hari besar islam idul fitri.

Dalam Suasana tersebut Kebutuhan rumah tangga meningkat.pasalnya suasana lebaran mamang sudah menjadi budaya masyarakat Islam pada hari raya idul fitri menjadi tren serba baru. Baju baru. Menyediakan serba serbi kueh muih dan jika tingkat status sosial menengah keatas atau berpenghasilan lebih. Maka Mereka akan mengganti prabotan rumah tangga serba baru.

Begitu juga kenaikan harga Bahan pokok tetjadi disaat hari raya idul adha dan Natal serta tahun baru.

Kenaikan harga kebutuhan bahan pokok tersebut menjadi kebiasaan pangsa pasar. Sementara pemerintah pusat maupun pemerintah Daerah tidak mampu menstabilkan harga bahan pokok tersebut. Walaupun berbagai program yang dibuat pemerintah maupun pihak swasta. Seperti program pasar murah. bazar dan program serupa untuk meringankan beban masyarakat terutama masyarakat yang kurang mampu.

Namun program tetsebut sifatnya hanya sesaat dan tidak merata. Apalagi kegiatan hanya dibuat untuk kelompok tertentu saja tidak diperuntukan untuk umum. Naming program musiman tersebut tidak berpengaruh langsung dengan Arus kenaikan harga kebutuhan pokok di pasar. Sebab pemerintah tidak berdaya mengatur relugasi harga kebutuhan pokok tersebut.

Berbeda dengan negara tetangga Malaysia maupun singapura. Harga kebutuhan bahan pokok memang benar benar dikendalikan pihak kerajaan Malaysia. Pengendalian harga kebutuhan bukan saja disaat pada saat bulan puasa atau hari besar. Tapi pengendalian harga kebutuhan pokok diawasi setiap saat. Seperti salah satu contoh. Jika harga rokok berbeda dari salah satu warung lebih mahal dari harga pasar yang sudah ditetapkan. Maka warga bisa komplen dan membuat pengaduan kepada pejabat pengendalian harga barang. Maka warung yang menjual rokok tersebut akan didenda malah warung tersebut bisa disegel.

Begitulah cara mereka menjaga dan pengendalian harga agar tetap stabil Sehingga masyarakat benar benar terlindungi dari spikulan yang memainkan harga Bahan pokok.

Sementara di daerah kita jangankan mengendalikan harga bahan pokok memang tidak bersentuhan langsung pembinaan pemerintahan dengan pedagang. Harga gas elpiji dan bahan bakar Minyak saja tidak mampu mengawas dan mengendalikan harga nya. Padahal produk Bahan Baku jelas dikeluarkan pemerintah melalui bumn pertamina malah pemerintah mengeluarkan regulasi harga eceran tertinggi  ( het ) dan sanksi namun masih saja banyak spikulan pelaku bisnis tersebut bermain harga. Berbeda harga dari satu pengecer dengan pengecer lainya. Itupun tidak mampu ditertipkan oleh pemerintah melaluI  instansi terkait. Penertiban yang dilaksanakan pemerintah hanya saat operasi pasar. Pengawasan seremonial. Setelah operasi pasar harga eceran kembali tidak normal lagi. .

Pengendalian dan pengawasan harga seharusnya ditetapkan secara sistimatis.  Terukur terarah Dan berkesinambungan. ( aba )