Perusahan Peduli, kaum duafa bahagia.


Wasiatriau  – Kepedulian perusahan terahadap kaum duafa dan fakir miskin sangat diharapkan, pasalnya Dalam suasana ramadhan kebutuhan rumah tangga semakin meningkat,  apalagi menghadapi lebara idul fitri.

Sudah menjadi budaya masyarakat ketika ramadhan harga kebutuhan pokok melonjak naik. Meskipun pemerintah telah berupaya berbagai cara menahan lonjakan bahan pokok.namun bagi Kaum duafa hal tersebut  tidak terlalu besar dampaknya. karena memang ketidak mampuan finansial  mereka membeli kebutuhan pokok.

Sementara ratusan  perusahan swasta yang berskala nasional beroperasi di kota dumai. Maupun perusahan berskala internasional. Jika perusahan tersebut Konsisten mau berbagi sesama pada kaum duafa dan anak yatim. Tentu tiidak ada lagi warga dumai yang tidak menikmati indahnya kegembiraan dihari idul fitri mendatang.

Berdasarkan perkiraan kasat mata kurang lebih 2000 orang anak yatim / piatu baik yang dikelola panti asuhan maupun anak yatim yang tinggal dilingkungan warga dikelurahan sekota dumai.

Jumlah kaum duafa maupun yatim/ piatu yang ada di kota dumai masih dapat menikmati haknya Jika saja perusahan yang ada dikota dumai mau memenej secara tepat dan benar mendistribusikan bantuan kepada mereka. Asalkan pola distribusinya tepat sasaran kepada yang berhak.

Disisi lain, untuk menyeimbang lonjakan harga bahan pokok. Seharusnya mising masing perusahan mengadakan pasar murah untuk kaum duafa dan anak yatim. Melalui dana CAR Namun bukan untuk warga yang mampu seperti yang terjadi selama ini.

Seharusnya momentum ramadhan ini dapat meningkatkan kualitas iman dan taqwa kita sebagai ummat yang beragama dengan membangkitkan rasa kesadaran untuk berbagi sesama. Apalagi lagi bagi ummat Islam memang diwajibkan untuk mengeluarkan zakat dan fitrah untuk dibagikan kepada yang berhak yaitu  katagori asnaf dan   anak yatim / yatim piatu. ( aba )