Fredy Budiman di eksekusi


Wasiatriau – Tamatlah sudah kisah perjalanan sendikat narkoba kelas kakap, fredy budiman, pasalnya jumat dinihari (29/7) sekitar pukul 0.45 dinihari beliau  dieksekusi mati bersama tiga orang terpubana mati lainya di lapas nusa kambangan. Demikian pantauan wasiatriau langsung melalui siaran berita salah satu TV swasta.

Sebanyak 14 orang terpidana mati hanya empat terpidana mati baru dieksekusi mati, sementara sepuluh terpidana mati lainya mrnunggu proses berikutnya.

Fredy budiman gembong narkoba terbukti bersalah mengedar sejuta ekstasi beberapa tahun silam, bukan sampai disitu perjalanan sedikat kelas kakap tersebut, malah fredy masih bisa mengendalikan peredaran narkoba dari balik jeruji besi.

Rupanya terpidana mati tersebut tidak jera setelah dijatuhi hukuman mati, beberapa kali terungkap bahwa peredaran narkoba dikendalikan Ferdy Budiman dari balik penjara. Ulah gembong  sindikat mafia narkoba internasional terseb banyak yang jadi korban termasuk sipir sampai kepala lapas, diperkirakan ratusan ribu anak bangsa ini jadi korban narkoba. Wajah Indonesia tercoreng dimata internasional gara gara ulah sindikat mafia narkoba telah merambah ketengah sendi kehidupan generasi muda, salah satunya sendikat narkoba tersebut adalah Fredy Budiman.

Namun diakhir perjalanan hidup beliau didalam lapas terkesan berobah, sebelumnya terlihat angker dan galak Sampai  sampai  salah seorang wartawan sempat diserang gembong narkoba tersebut disaat meliput dalam lapas beberapa tahun silam.

Perobahan sikap dan prilaku fredy budiman terutama penampilan beliau berpakaian dan tutur kata agak lembut dan sopan saat diwawancara ekskusif salah satu media swasta, semapat juga terucap dari mulut beliau kata ” Saya minta maaf pada masyarakat ” Demikian salah satu ucapan yang dilontarkanya atas kesalahan yang telah dilakukanya disaat acara wawancara eksklusif beberapa waktu lalu.

Namun masih banyak lagi fredy budiman lain yang bergentayangan di bumi pertiwi ini sebagai sendikat mafia narkoba baik hanya tingkat lokal maupun sindikat narkoba tingkat internasional,  diharapkan warga masyarakat waspada terutama anak anak remaja yang rentan terhadap pengaruh narkoba, gembong tersebut senantiasa mengintai mangsa unuk ajang bisnis haram mereka, seharusnya orang tua jangan lengah mengawasi anak dan keluarganya, jangan sampai Terkontiminasi penyakit narkoba  yang notabene dapat merusak keharmonisan dalam rumah tangga dan akhirnya dapat mentalitas generasi anak bangsa. ( Aba )