Nelayan Keleluhkan Limbah Pab


Wasiatriau  – Sejumlah Nelayan Tradisional Dumai mengeluh limbah pabrik yang sering tumpah disekitar pelabuhan pabrik tersebut, pasalnya tumpahan minyak tersebut hanyut sehingga sangkut dijaring nelayan. Demikian kata salah seorang nelayan beberapa hari lalu di dumai.

Mereka mendatangi rumah salah seorang tokoh penggiat lingkungan kota Dumai (ar ) hanya untuk menyampaikan keluhan,  para nelayan tersebut merasa terganggu aktivitas  menangkap ikan, karena tumpahan minyak cpo pabrik hanyut dan sangkut dijaring mereka ” kotor berminyak jaring kami ” kata salah seorang rombongan nelayan menjelaskan kejadian tersebut.

Lanjut beliau lagi, bahwa tumpahan minyak cpo sering terjadi, akibatnya hasil tangkapan ikan kami jadi berkurang. Katanya

Lanjut beliau lagi yang tak mau disebutkan namanya menjelaskan kondisi nelayan tradisional, mereka menangkap ikan dengan jaring dipantai disekitar pangkalan laut mereka, para nelayan tersebut tidak bisa menjaring ditengah laut Dumai karena itu merupakan daerah line kapal tanker keluar masuk dari ke Pelabuhan Dumai. Ujar bapak paruh baya dan diamini rekannya.

Sementara kapal tangkap nelayan tradisional bobotnya rata rata dibawah GT 5 bobot kapal pompong hanya satu ton sampai dua ton lebih, tidak mampu pergi menangkap ikan dilaut selat Malaka, karena ombak selatat Malaka besar dan angin cukup kencang, apalagi ukuran jaring mereka pendek dan hanya untuk menjaring ikan lomek, ikan biang yang ada dipantai laut dumai.

Masih ucapan beliau, sedangkan tidak ada pencemaran limbah pabrik saja penghasilan kami pas pasan cukup makan untuk anak istri, tapi sejak sering terjadi tumpahan minyak cpo pabrik kelaut, tentu penghasilan kami  semakin berkurang, ”  bukan lagi mau beli beras untuk makan keluarga, mau beli minyak pompong pun tidak sanggup kami lagi, tekor terus “. Terang beliau mengenang nasib hidup mereka kedepan sebagai nelayan tradisional jika pencemaran limbah ke laut tidak bisa diatasi.

Harapan nelayan tradisional dumai tersebut agar tidak terjadi lagi tumpahan minyak cpo pabrik kelaut sehingga aktivitas mereka mencari rezeki dilaut tidak terganggu. ” Kami berharap keluhan kami dapat disampaikan kepada perusahaan yang bersangkutan dan atau pada instansi terkait agar tidak terjadi lagi tumpah minyak cpo kelaut, sehingga kami dapat cari makan dengan aman dilaut kami sendiri “. Demikian harap mereka kepada ( Ar ) selaku aktivis lingkungan tersebut. ( aba )