Pelabuhan Salah Satu Sentra Ekonomi Rakyat.Perlu Pembinaan


Wasiatriau – Terkait pemberitaan Ir Muhammad Hasbi melalui media sosial on line kompas Riau, sabtu( 8/8 ) minta usut indikasi penggelapan PNBP dan jasa labuh kapal kapal sembako sontak dapat kritikan sehat dari salah seorang warga Dumai, Ismal Pasalnya gambar yang dipajang tidak singkron dengan tema berita tersebut. Demikian kata beliau mengklarifikasi pada awak media sosial  di salah satu tempat ( (16/8)

Tokoh muda Dumai tersebut juga merupakan salah seorang pemuda kreatif yang selalu berpikiran positif dalam menghadapi permasalahan yang sedang dan telah terjadi, menjelaskan pada awak media, “sebenarnya kita tidak menyalahkan pemberitaan hasbi tersebut, karena itu adalah hak beliau sebagai seorang pemerhati pembangunan di kota dumai ini, namun berita nya tidak sesuai dengan gambar beliau dan beberapa orang termasuk gambar saya, “. kata ismail.

Lanjut beliau lagi, seharusnya gambar objek berita yang dipajang bukan penampilan tokoh dumai lagi bergaya dikedai kopi, sehingga maksud berita tersebut tetap pada sasaranya,. Ujarnya agak  tersenyum dan diamini beberapa rekannya yang kebetulan hadir disaat konfirmasi.

Masih ucapan beliau menerangkan kan, yang dikuatirkan gambar yang ada dalam berita tersebut menjadi salah persepsi pembaca karena ada foto bersama disitu, ” sementara kapan dan dimana berita itu dibuat, saya sendiri tidak tau “.  Kata ismail sambil menunjukkan rilis berita tersebut pada awak media.

Katanya Lagi menyarankan kepada semua pihak, agar aktivitas sembako di dumai dihidup kan semula seperti masa lalu, karena kota dumai sebuah kota pelabuhan memang tidak terlepas dengan budaya ( smokel ) ,red. Perdagangan komoditi pertanian dan kebutuhan lainnya antar negara sering dilakukan masyarakat  dumai dan pesisir pantai timur sumatera turut temurun dari dahulunya. ” jika perdagangan eksport inport dibuka aksesnya kembali dengan negara tetangga, tentu dapat menyerap tenaga kerja dan barang kebutuhan pokok dapat lebih murah dan stabil khususnya untuk masyarakat Dumai dan Riau umumnya”. Terang beliau berharap.

Jika diindakasikan bahwa dumai banyak lelabuhan tikus yang nota bene disebut pelabuhan illegal, itukan hanya pengaturan legal formal  yang harus dicari jalan keluarnya bagaimana memperdaya potensi ekonomi pelabuhan rakyat menjadi nilai ekonomi bagi masyarakat dumai itu sendiri, bukan harus ditutup kegiatan pelabuhan dan akses perdagangan yang sudah berjalan, seharusya pelabuhan rakyat dibina dan diberi kesempatan untuk berkembang maju, karena itu merupakan salah satu ujung tombak sentra ekonomi masyarakat dumai dari sektor jasa perdagangan, pelabuhan  dan transportasi laut.”. Demikian harapan beliau. ( aba )