Pangkalan Pasir, Negeri Berjubah Kuning


Wasiatriau  –  Basilam baru salah satu kelurahan yang berbeda dibawah wilayah administrasi Pemerintahan Kota Dumai banyak meninggalkan sejarah yang terlupakan warga, salah satunya Tempat Suluk serta asal muasal nama kampung tersebut. Demikian pantauan wasiatriau ketika berada di lokasi (29/9).

Seperti yang dijelaskan salah satu ketua RT mengungkapkan tentang basilam beru, sekitar tahun 1906 kampung tersebut dibuka  oleh khalifah Ali Tambusai, beliau berasal dari daerah kepenuhan kempas sebatang, diperkirakan wilayah tersebut di kabupaten Rokal Hulu,  Kata tokoh masyarakat tersebut.

Lanjut beliau lagi yang tidak mau disebutkan namanya menerangkan, khalifah ali tambusai bergelar Sri maharaja, darah keturunan raja dinegeri asalnya, oleh karena terjadi perselisihan, maka beliau hijrah membuka kampung baru, semua sanak saudara khalifah Ali beserta pengikutnya ikut serta membuka kampung,  berladang dan ada juga menjadi nelayan dikampung basilam baru, oleh karena khalifah Ali berasal dari rohul sementara sukunya bernama Tambusai, maka Khalifah Ali tidak lagi dipanggil sri maha raja, tapi beliau dipanggil khalifah Ali Tambusai, karena suku beliau adalah suku tambusai. Ujar beliau.

Masih ucapan tokoh masyarakat paruh baya tersebut menjelaskan pada wasiatriau, karena beliau merupakan keturunan ke lima langsung dari khalifah Ali, sedikit banyak sejarah garis keturunan yang didapat nya dari cerita mulut ke mulut, turun temurun mulai dari generasi pertama yaitu khalifah Ali Tambusai ke anak ke cucunya hingga ke generasi ke lima yaitu ” Saya sendiri ” Terang beliau.

Lanjut beliau lagi, pangkalan pasir tersebut berubah menjadi kampung Basilam Baru setelah berdirinya tempat pengajian sulup yang dibangun oleh tuan sekh Daut, tuan sekh Daut tersebut berasal dari Langkat, tujuan datang ke kampung tersebut semata mata hendak menyebarkan ajaran Islam. Katanya

Setelah tuan sekh Daut mendirikan tempat pengajian, maka Kampung Pangkalan pasir berobah nama menjadi Basilam Baru.

Masih ucapan beliau menerangkan, Kampung yang dimasuki tuan sekh Daut bukan saja di kampung basilam baru saja tapi kampung Puak dan kampung aman yang terletak di Pulau Rupat kabupaten Bengkalis. Ujarnya.

Dari rentetan sejarah panjang tersebut, tokoh masyarakat basilam baru tersebut berencana akan membuat pintu gerbang disekitar jalan yang masuk wilayah RT tersebut, diatas gerbang akan dibuat tulisan ” Selamat datang di kampung pangkalan pasir Negeri berjubah kuning atau negeri berpayung kuning ” katanya dengan nada penuh semangat.

Harapan beliau agar keinginan yang sudah lama di mimpikan untuk membuka lembaran sejarah basilam baru dapat terkuak dan dapat menjadi kenangan dan pelajaran bagi anak anak sekolah dan generasi muda, terutama sanak saudara dari garis keturunan khalifah Ali. ” Saya berharap Pemko Dumai mengizinkan mendirikan gapura pintu masuk bertuliskan pangkalan pasir negeri berjubah kuning atau berpayung kuning di sekitar jalan putri bumi ini “. Demikian ujar beliau sambil menunjukkan kearah ujung jalan tempat rencana di bangun gerbong tersebut. ( aba )