Musim Hujan Membawa Nikmat Bagi Yang Mau Bersyukur


Wasiatriau.com – Musim hujan pada hakekatnya merupakan suatu nikmat yang dianugrahkan tuhan kepada makhluknya dimuka bumi ini, karna miliyaran planet yang ada dijagat alam raya, hanya planit bumi yang turun hujan, sebab dibumi ada umat manusia sebagai khalifah, salah satu makhluk tuhan yang sempurna.

Namun karena dinamika kehidupan terkadang membuat manusia lupa akan nikmat tersebut, terkadang mereka menganggap disaat hujan turun aktivitas menjadi terhambat malah dianggap dapat merugikan finansial.

Sementara hujan yang diturunkan tuhan dari langit jutaan kubik dapat memenuhi kebutuhan hidup penduduk bumi,tumbuhan menjadi subur, hewan ternak dan hewan liar terpenuhi pasokan air, ikan dapat berkembang biak, segala makhluk hidup dimuka bumi ini hanya diperuntukan untuk pemenuhan kebutuhan ummat manusia.

Sekiranya hujan yang diturunkan pakai biaya, tentunya tidak sedikit biaya yang ditanggung,tapi kenapa kebutuhan pokok manusia gratis malah sering lupa mensyukurinya.

Disisi lain, belahan bumi benua hitam masih ada ummat anak manusia kekurangan air, kehidupan mereka tidak pernah sejahtera, bumi jadi gersang, tumbuhan sulit tumbuh, hanya ada padang pasir tandus. mereka berharap turun hujan dinegeri mereka, ketika hujan turun seperti emas jatuh dari langit, bergembira menyambut kedatangan hujan,

Begitu juga dengan kehidupan hewan, kala hujan tiba, si kodok yang paling gembira, semakin gembira, komunitas katak berdendang sambil berenang memanggil hujan, sahut menyahut berpantun memuja hujan, padahal hari hujan hanya untuk berenang, jikapun tidak hujan, katakpun bisa hidup di dua alam.

Beda lagi dengan monyet, paling meresahkan jika hujan, kenapa tidak, akibat malas buat sarang, hidup numpang diatas pohon, tentu basah kuyup saat turun hujan, yang paling menyiksa hati monyet, melihat anaknya kedinginan diguyur hujan, hampir setiap malam anaknya menangis minta dibuatkan rumah, demi sibuah hati sang ibu setiap malam terpaksa berbohong menjanjikan pada sang anak ” Besok kita buat pondok nak ” begitulah janji induk monyet pada anaknya, namun sampai dunia kiamat, rumah monyet tidak pernah terwujud, tetap numpang tidur diatas pohon.

Begitulah dinamika kehidupan makhluk tuhan dimuka bumi ini, tergantung sejauh mana kita menyesuaikan dengan kondisi alam, dan sejauh mana kita pandai mensyukuri nikmat tuhan tersebut.( aba )