Jalan Rusak, Warga Sulit Melangsir Sawit.


Wasiatriau.com – Buah sawit merupakan salah satu komoditas unggulan masyarakat Kecamatan Sungai Sembilan, itu terlihat dari aktivitas warga disaat musim panen, mereka melangsir buah sawit mulai dengan sepeda, Kandaraan roda dua hingga damp truk.

Pantauan awak media ketika berada dilokasi, jalan M.Soleh kelurahan Basilambaru, hampir hitungan menit warga melangsir buah tandan sawit, buah sawit tersebut mereka bawa ke ram tempat agen penampungan mereka masing – masing, ada puluhan ram tempat penampungan sawit disepanjang jalan, mulai dari basilambaru hingga ke lubuk gaung.

Sementara Jalan M.Soleh tersebut merupakan urat nadi masyarakat, pasalnya jalan tersebut adalah satu satunya akses penghubung jalan menuju kebun sawit warga, sehingga jalan tersebut tidak pernah sepi warga mengangkut buah sawit disaat musim panin (mendodos) red.

Jalan M.Soleh sepanjang 5,7 km tersebut dibangun puluhan tahun silam, sudah beberapa kali dilakukan pengerasan menggunakan batu bes, namun ketika musim hujan kondisi jalan tersebut cukup parah, terlihat lubang lubang besar sepanjang jalan, hanya kandaraan doble gardan yang bisa melewati jalan tersebut, seperti mobil badak dan hiline.

Sudah sepantasnya fisik jalan M.Soleh tersebut dibangun, sehinnga dapat memudahkan warga melangsir buah sawit mereka dari kebun ketempat agen penampungan.

Masih berita yang sama, salah satu warga basilam baru yang tidak mau disebut namanya menjelaskan pada awak media,  hampir setiap hari anak sekolah terjatuh masuk dalam lobang jalan yang rusak parah.ujarnya sambil menunjuk kearah lubang yang berlumpur.

masih ucapan beliau, ada beberapa titik lubang yang sulit dilalui oleh kandaraan roda dua, namun karena tidak ada jalan alternatif lain untuk menuju ke sekolah mereka, dengan susah payah anak anak sekolah tersebut melewatinya, sampai ada yang terjatuh terperosok masuk lubang.Katanya.

Lanjut beliau berharap, jika jalan tersebut dibangun tentu dapat melancarkan aktivitas anak sekolah, wargapun dapat dengan lancar mengangkut buah sawit meraka, sehingga  penghasilan  panen warga semakin meningkat pula, kalau sekarang kandaraan mengungkut sawit sering rusak, karena dipaksa melewati jalan rusak parah disepanjang jalan. Demikian harap beliau. ( aba )