Peternak Babi Resahkan Warga


Wasiatriau.Com – Bengkalis// Terkait lokasi ternak babi warga asli Dusun Langgam Muara desa teluk latak,Kecamatan Bengkalis, Membuat warga menjadi resah. Pasalnya bau yang tidak sedap menyengat dan limbah urine babi bisa merusak lingkungan. Demikian keluh warga setempat.

Laporan masyarakat setempat kepada KaPolsek Bengkalis, AKP Syafril Thalib, ditanggapi dengan serius, bersama dengan kepala dusun, warga serta salah seorang pemilik, turun memantau langsung kelapangan di tempat lokasi kandang peternakan babi tersebut.(21/1).

Dari hasil pantauan dilapangan, ternyata memang ditemukan usaha peternakan babi oleh warga asli dusun langgam Muara, pemilik ternak babi tersebut bukan satu orang, ada 12 orang warga sebagai peternak.

lokasi kandang tempat pemeliharaan babi tidak jauh dari rumah pemukiman penduduk, sehingga bau kotoran dan urine babi tersebut dapat mencemarkan air dan lingkungan, terutama disaat musim hujan tiba.

Memang Warga asli yang tinggal disekitar lokasi kandang babi, hanya berjarak radius lebih kurang 15 meter samapi 50 meter,  Sementara rumah warga kampung tersebut radius sekitar 75 meter jaraknya dari kandang babi. juga sangat dekat dengan jalan utama, berkisar 400 meter.

Disisi lain, masih berita yang sama, penuturan peternak babi tersebut, bahwa mereka memelihara babi sudah turun temurun dari dahulu, sebagai sumber usaha mereka. Ujar salah seorang peternak.

Warga asli dusun Langgam Muara, Desa Teluk Latak, salah satu mata percaharian mereka adalah beternak babi, memang selama ini usaha memelihara babi merasa aman aman saja, tidak ada yang merasa terganggu, karena penduduk belum banyak disekitar lokasi, namun oleh kerana perkembangan pembangunan semakin maju, dan pertumbuhan penduduk semakin bertambah, tentu usaha perternakan babi sudah tidak layak lagi, karena dapat mengganggu kenyamanan warga di sekitar lingkungan tersebut.

Lokalisir Kandang Babi dan Penyuluhan

Mereka berharap jika lokasi kandang untuk memlihara babi sudah tidak layak, agar dapat membantu mencari  lokasi yang aman dari gangguan lingkungan warga, sehingga Usaha warga asli tersebut tetap berjalan sebagai mana biasanya, karena usaha ternak babi memang sudah menjadi mata pencarian mereka.Ujarnya.

Sementara Hewan babi sangat sensitif dan rentan penyakit, apalagi para peternak memelihara secara tradisional turun temurun, maka perlu dilokalisir dengan baik dan diberi bimbingan penyuluhan tentang bagimana sistim Ternak babi yang baik, tata aturan pemasaran daging babi dan pemeliharaan atau budidaya serta menata saluran limbah dan menjaga kebersihan kandang babi. (aba )