Zul As Tinjau Lokasi Banjir Dumai, Butuh 250 M

Wasiatriau.com – Walikota Dumai, Drs. H. Zulkifli As, tinjau langsung lokasi banjir di Kelurahan Bumi Ayu, Minggu (29/1).Demikian pantauan awak media di lokasi.
Meskipun hari libur, namun bagi Zul As, tidak membatasi waktu untuk turun langsung kelokasi meninjau tempat titik titik banjir, salah satunya di Kelurahan Bumi Ayu.
Sebelumnya Walikota Dumai, jauh jauh hari sudah menyampaikan kondisi Kota Dumai ke Pusat, guna menyelesaikan persoalan banjir, mengusulkan program penanggulangan banjir Kota. Ucap Zul As saat meninjau lokasi banjir di Bumi Ayu.
Lanjut Zul As lagi, beliau terus menjemput bola untuk mendapatkan kucuran dana dari Pemerntah Pusat, guna melakukan normalisasi kanal dan sungai untuk mengantisipasi terjadi banjir yang terus melanda Kota Dumai.
“Kita sudah sampaikan kepada pemerintah pusat terkait kondisi Dumai guna menyelesaikan persoalan banjir, dan beberapa petunjuk sudah kita dapatkan. Namun, kita terus usahakan untuk berkomunikasi dan melobi pemerintah pusat terkait anggarannya,” ujar Walikota disela meninjau korban banjir di Kelurahan Bumi Ayu, Minggu (29/01/2017). dikutip dari (revolusi.co.id)
Pantauan awak media di lokasi, Kondisi Banjir bumi ayu merupakan air kiriman dari seputan kawasan hutan lindung tepatnya dari diatas yang berbatasan langsung dengan kelurahan Bumi Ayu, banjir tersebut terjadi setelah beberapa hari berselang hujan lebat selama dua hari mengguyur kota Dumai, disaat hujan turun genangan air di Kelurahan Bumi Ayu belum separah hari ini (red), karena lokasi pemukiman dekat dengan sungai dumai, air hujan tersebut langsung mengalir masuk ke sungai, tapi setelah hujan reda dan Kota Dumai sudah kembali normal dari genangan air hujan,  namun genangan air areal kelurahan Bumi Ayu tidak mengering malah makin meningkat, karena air kiriman dari atas terus mengalir meluap melalui sungai dumai.
Masih ucapan Wako menambahkan, pemerintah sudah mengkalkulasikan kebutuhan dana yang harus di keluarkan untuk melakukan normalisasi kanal dan sungai butuh sekitar Rp250 miliar.


“Sungai ini sebenarnya jadi tanggung jawab pemerintah pusat, untuk itu kita lakukan komunikasi dan lobi-lobi agar dana perbaikan mengalir ke Dumai,” sebut wako.

Dikatakan wako, untuk mengatasi banjir sungai harus dilakukan normalisasi dan pengerukan agar air dapat terus mengalir sehingga tidak meluap ke pemukiman masyarakat.

“Selain normalisasi juga perlu dilakukan beberapa tahapan diatnaranya, pembersihan dan pembebasan agar tidak ada lagi yang menjadi penghambat air mengalir ke laut.” Demikian penjelasan beliau mengakhiri kunjunganya. (aba)