Dinas LH Harus Pro Aktif, Terkait Aroma Tidak Sedap.


Wasiatriau. Com – Terkait Bau tidak sedap disekitar perusahan areal pelabuhan PT. Pelindo I Cabang Dumai, membuat resah warga. Demikian pantauan awak media dilokasi(5/1).

Bau yang menyengat tersebut dapat dirasakan oleh warga ketika melewati jalan Datuk Laksaman pas di ujung sekitar jalan teratai.

Menurut keterangan salah satu warga setempat yang tidak mau diriliskan namanya menyebutkan, bau yang tak sedap sudah lama dirasakan warga, terutama pada waktu musim hujan. Ujarnya

Lanjut lelaki paruh baya itu menyebutkan. Bau yang menyengat tersebut diindikasikan berasal dari gudang ampas yang ada areal Pelabuhan Pelindo. Disekitar pintu (2) dua. Ujarnya

Masih ucapan beliau menduga asal muasal bau tak sedap tersebut, Ampas yang basah apalagi sampai mengendap menumpuk beberapa hari, Ampas akan membusuk sehingga akan mengeluarkan bau tak sedap.Jelas lelaki paruh baya itu.

Berdasarkan pantauan awak media dilokasi, Bau tak sedap yang menyengat seakan akan mirip dengan bau taik kucing, bau nya langsung terhidu ketika melewati lokasi jalan datuk lakdamana, diperkirakan dalam jarak 400 m dari areal gudang dan tumpukan ampas sudah tercium aroma tak sedap tersebut.

Sementara penduduk dijalan datuk laksamana, jalan Teratai RT.09 dan Jalan Melati RT.011, Kelurahan Dumai Kota cukup padat, hampir sebagian warga penduduk setempat merasa resah dengan aroma bau tak sedap tersebut.

Kondisi udara dilingkungan perusahan diindakasikan sudah tercemar, seperti asap hitam pekat yang dikeluarkan dari cerobong asap pabrik perusahan, hampir setiap hari cerobong memuntahkan kepulan asap hitam pekat melayang keudara.

Disisi lain, masih berita yang sama, terlihat atap rumah warga yang berada disekitar perusahan tersebut berdebu cukup tebal. Sehingga air tadah hujan tidak bisa digunakan lagi oleh warga.

Sementara debu tebal yang melekat diatas atap rumah warga, sampai hari saat berita ini dirilis belum pernah diuj di labotarium oleh instansi terkait tentang unsur yang terkandung didalam debu tersebut

Begitu juga aroma yang terhidu dari aktivitas refeneri pabrik dan gudang perusahaan yang ada disekitar pelabuhan pelindo.bau yang tak sedap tersebut apakah dikatagorikan kondisi sudah diambang batas normal.

Kondisi bau tak sedap tersebut juga disampaikan Ahmad Bakri, selaku ketua LSM yang peduli dengan lingkungan hidup, menyampaikan,bau aroma tak sedap sangat mengganggu kenyamanan lingkungan warga. Ujarnya

Seharusnya perusahan berkewajiban menjaga lingkungan aktivitasnya, agar tidak berdanpak pada pencemaran lingkungan,imbuh beliau menambahkan, biasanya kondisi udara disekitar lingkungan penduduk normal – normal saja, namun tiba-tiba berubah baunya, tentu ada perubahan kondisi udara dari biasanya.Katanya menjelaskan perubahan bau yang sedang terjadi.

Masih ucapan beliau yang akrab disapa Aba tersebut mengharapkan kedapa Dinas Lingkungan Hidup Kota Dumai, agar memprioritaskan salah satu program kerjanya untuk dapat memantau langsung terhadap aktivitas perusahaan dan mengecek sarana dan prasarana, seperti ” Unit pengolahan limbah (upl) dan fasilitas saringan cerobong asap refeneri atau pabrik perusahaan serta sistim operasional gudang terutama gudang atau lokasi penumpukan bahan baku, ampas dan komoditi lainnya yang rentan menimbulkan bau”. Demikian pungkas Aba mengakhiri.(*** aba)