Kedai Kopi Komando, Maghrib Tutup


Wasiatriau.con – Kedai kopi Komando yang terletak Jalan Sudirmat, pas disamping Hotel Comport, tampil beda. Pasalnya ketika masuk waktu maghrib pintu kedai tersebut tutup sesaat. Demikuan pantauan awak media di jedai kopi (13/2).

Ketika ditanya, perihal puntu kedai ditutup, Yurna salah satu karyawan Kedai Kopi Komando menjawab ” Untuk menghargai Waktu Sholat Maghrib ” Katanya.

Penutupan pintu depan kedai kopi komando memang tidak berlangsung lama, karena waktu maghrib singkat, terlihat selama lebih kurang 20 menit lamanya,lalu pintu depan kedai dibuka kembali.

Meskipun kedai tersebut tergolong baru, dan nama kedainya komando agak terkesan keras, namun ketika berada didalam kedai,suasananya langsung berubah, bertolak belakang dengan nama dan penampilan,ada rasa kekaguman tersendiri bagi pengunjung, sebab cara mereka menyajikan dan melayani, apalagi pola mereka menghargai waktu sholat maghrib.

fasilitas WiFi disediakan buat pengunjung, menambah betah pengunjung duduk berlama lama duduk di kedai tersebut.

Begitu juga penyajian menu kedai tersebut, pengunjung tinggal pilih, ada kopi nelayu (red) dan ada juga kopi aceh,menu makanan sesuai permintaan, namun yang masaknya dibuat oleh tangan trampil maka rasanya juga enak dilidah pelanggan, apalagi layanan pemulik kedai yabg ramah tamah tidak membedakan status pengunjung, membuat pengunjung bertambah nyaman duduk bersembang di kedai kopi Komando. Demikuan pantauan media.

Disisi lain, masih berita yang sama, semangat Sikap saling menghargai patut dicontohi oleh kedai kopi lain, karena hal tersebut sangat melekat dengan budaya warga Dumai yang selalu menghargai dan menghormati , patut untuk dicontohi,dilestatikan. Demikian Tanggapan Salah satu Pengamat sosial kota Dumai.

Beluau melanjutkan, dalam hal saling menghargai dan menghormati sesama hendaknya dipertahankan oleh semua pihak. Kata beliau yang tidak mau dirilis namanya.

Masih ucapanya lagi,agar Kebiasaan baik dapat dipertahankan dan tetap lestari. ” Sebaiknya dibuat sebuah peraturan Daerah (perda) tentang sikap saling menghargai dan menghormati toleransi beragama dan berbudaya”. Ujarnya.

Lanjut beliau mencontohkan Perda tersebut, Seperti Program Jumat Berbudaya, setiap jumat, warga dumai terutama ummat muslim, pada jam tertentu tidak beraktivitas, toko atau tempat usaha ditutup sementara, begitu juga yang lain harus ikut menghargainya, lalu berpakaian muslim, terutama semua instansi pemko Dumai dan Perusahan yang beroperasi di Dumai.

Sehingga, imbuhnya lagi, jika perda tentang toleransi beragama dan Berbudaya dijalankan, tentu dengan sendirinya setiap warga dumai secara sistimatis dan berkesimbungan dapat mendisplinkan ruang gerak dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara dalam bingkai NKRI. Demikian harap beliau mengakhiri.(aba).****.