Warga Kuatir Danpak Pembangunan Pipa Gas.


Wasiatriau.com –  Dewasa ini, geliat pertumbuhan  investasi  di kota Dumai meningkat tajam. Hal tersebut Tidak terlepas dari kerja keras pemerintah serta didukung  potensi sumber daya kota Dumai.

Salah satu Perusahan yang ikut ber investasi adalah perusahan Gas PNG. Perusahan tersebut saat berita ini diterbitkan, sedang melaksanakan pemasangan jaringan instalasi pipa bawah tanah.

Namun,  entah apa penyebabnya , proyek  pipa gas tersebut, sontak menjadi sorotan tajam beberapa tokoh masyarakat Dumai.

Sementara pembangunan fisik pemasangan instalasi pipa gas PGN baru dimulai. PT. Tagna sebagai kontraktor pelaksana fisik proyek.

Berdasarkan pantauan awak media, berawal dari sikap anggota dewan beberapa hari yang lalu,  sempat mempertanyakan pekerjaan proyek tersebut. Robongan yang dipimpin lagsung ketua komusi 3 Hasrizal, turun gunung sidak kelokasi. Namun setelah itu suara dewan mulai redup kembali.

Kontroversi pengerjaan proyek tersebut tidak habis disitu. Malah menimbulkan beragam tanggapan miring warga, terutama Beberapa penggiat pemerhati pembangunan Kota Dumai turut angkat bicara.

Lius SE, Tokoh Penggiat Reformasi kota Dumai juga  turut memberi tanggapan , kekuatiran beliau terhadap Pembangunan instalasi pipa gas di sepanjang jalan protokol kota Dumai bukan tidak beralasan, katanya, jika tidak dirancang sebaik mungkin, penggalian pipa gas tersebut tentu dapat merusak kondisi bahu jalan. Ujar beliau.

Tokoh pendiri reformasi Kota Dumai tersebut, yang akrab sisapa Lius. menambahkan, beliau  juga kuatir terhadap  pekerjaan tersebut dapat merusak jaringan instalasi lainya yang sudah tertanam di bahu jalan. Ujarnya.

Masih ucapan Lius lagi menjelaskan, Gas tersebut rentan dan sensitif, imbuhnya, karena gas merupakan salah satu katagori barang yang diawasi,  tentu nantinya  keberadaan pipa gas bawah tanah tentu akan berdanpak langsung terhadap keselamatan warga, Katanya.

“Seharusnya sebelum pembangunan dimulai, terlebh dahulu di lakukan sosialisai kepada masyarakat, sehingga warga dapat memahami bagai mana menjaga lingkungan mereka yang dilalui pipa gas tersebut ” terang beliau.

begitu juga pelaksana  proyek, tambah beliau, harus memperhatikan kualitas bangunan fisik serta danpak, Amdal, gangguan lalu lintas dan estetika lingkungan di saat membangun. Terang lius.

Tokoh muda tersebut mengingatkan, apalagi disaat produksi gas melalui pipanisasi nanti,  pihak pengelola harus  memperhatikan pengamanan pipa,  baik pipa sekunder maupun pipa primer, terutama sambungan pipa yang melewati lingkungan padat penduduk. Terang beliau.

Jika pihak pengelola tidak memperhatikan secara serius, dikuatirkan pembangunan pengelolaan pipa gas  bukan tidak mungkin akan Menjadi persoalan baru bagi masyarakat kota Dumai. Ungkap beliau mengakhiri. (aba)