Bocah Arungi Kehidupan, Terpaksa Jadi Pengamin


Wasiatriau.com – Beginilah kehidupan, tidak siapa yang tau nasib orang saat lahir kedunia ini, seperti yang dialami bocah kelas 4 SD ini meskipun masih kecil dan belum sepantasnya menjalani kehidupan seperti ini apa lagi jadi pengamen, namun bocah tersebut berjuang mengarungi kehidupan agar dapat jajan sekolah dan terpenuhi kebutuhan seperti anak lain yang punya orang tua yang mampu. terpaksa jadi pengamen. Demiakian pantauan media Wasiatriau.com disalah satu warung minum bandrek di dumai.

Disaat kesibukan pengunjung lagi asik menyantap jajan malam dan minum bandrek telor sambil bercengkrama. Tiba seorang bocah dengan pakaian seadanya, tidak beralaskan kaki sambil memmbawa gitar kecil, melangkah dengan penuh keyakinan masuk kedalam warung minuman tersebut

Dengan tidak membuang waktu sibocah kecil langsung saja memetikan tali gitarnya membawa sebuah tembang untuk menghibur pengunjung disaat itu.
Meskipun suara lagu yang dilantunkan sibocah tersebut terdabling suara riuh pengunjung yang lagi asyik bercerita. namun sibocah seakan – akan tidak menghiraukan suara berisik pengunjung tersebut, sibocah tersebut tetap melanjutkan lagunya dengan gaya nya tersendiri. sampai nyanyian yang dibawa sibocah selesai satu dua buah lagu.

Berdasarkan pengamatan wasiatriau.com. setelah usai membawakan tembang untuk menghibur pengunjung, langsung sibocah berjalan menghampiri setiap meja pengunjung, dengan wajar bersahaja, sibocah tersenyum lalu memberi isyarat kepada pengunjung, sementara pengunjung sudah tau maksud sibocah tersebut.

Bagi pengunjung yang berbaik hati yang peka gemar memberi, mereka akan memberikan uang recahan pada sibocah yang tersenyum berdiri disaping mejanya mereka, namun ada juga yang cuek karena mereka lagi asyik bercerita dengan rekan mereka, namun sibocah tetap menghampiri setiap meja dan berlalu sambil menentengkan gitar kecilnya.

Ketika ditanya awak media, dengan polos sibocah menjawab, masih sekolah di sd yang ada di bumi ayu, ” kelas 4 SD om ” Katanya polos.

Sibocah mengakui orang tua beliau masih ada, katanya ayah beliau tukang becak dan Ibuk nya tukang cuci rumah tangga. Sementara beliau anggap dengan kegiatanya ngamin dimalam hari tidak terganggu pelajaranya disekolah, karena waktu belajar katanya lagi, beliau belajar setelah pulang dari ngamin.Ujarnya bocah laki laki yang tak pernah tinggal kelas tersebut.

Lanjut bocah itu lagi, yang namanya sengaja tidak disebutkan, ketika ditanya uang yang dapat tersebut katanya menjawab dengan nada polos, untuk jajan sekolah dan beli buku dan kebutuhan lainya.Demikian pungkasnya sambil berlalu. (aba)