Estafet KRMD Diserahkan Pada Ahmad Maritulius,SE


Wasiatriau.com – Sebuah peristiwa bersejarah bagi masyarakat dumai, kenapa tidak, Pasalnya pucuk pimpinan Komite Reformasi Masyarakat Dumai (KRMD) diserahkan pada Ahmad Maritulius,SE.Demikian pantauan awak media wasiatriau.com saat menyaksikan acara rapat pemilihan ketua KRMD Jumat malam (12/5) di hotel grand zury dumai.

Estafet kepemimpinan Komite Reformasi Masyarakat Dumai (KRMD) dipilih secara aklamasi oleh peserta rapat, namun sebelum acara pemilihan, pimpinan rapat yang dipimpin langsung ketua KRMD Drs, Zulkifli Ahad menerangkan sekilas sejarah tentang berdirinya komite reformasi,

KRMD merupakan sebuah organisasi masyarakat Dumai, Organisasi inilah yang memperjuangkan Kota Dumai semula berstatus Kota Administratif (Kotif) dibawah kendali Kabupaten Bengkalis, dengan berbagai upaya yang dilakukan untuk mewujudkan cita cita, meskipun dengan segala keterbatasan KRMD akhirnya dapat mengantar status dumai menjadi Kota Madya. Kenang Zul Ahad.

Masih ucapan ketua KRMD dalam rapat tersebut,beliau mengenang awal mula perjuanganya ke dunia politik praktis, Sekitar 19 tahun silam, terang Zul Ahad, datang dua orang pemuda Ahmad Maritulius.SE dan Ir.Mohd Hasbi kerumah beliau. ” Mereka mengajak saya untuk sama sama memperjuangkan status dumai dari kotif menjadi Kota Madya Dumai “, awalnya beliau ragu karena statusnya saat itu sebagai Pwgawai Negeri Sipil, karena saat itu kata zul ahad lagi, PNS tidak boleh leluasa, diawasi ruang geraknya.

Lanjut tokoh reformasi Dumai tersebut menambahkan kisah suka duka saat proses berdirinya kota dumai. Imbuhnya lagi mengingat masa itu, datang kedua kalinya, baru beliau menyanggupi ajakan hasbi dan lius dan dengan tekat bulat demi kotif saat itu (red) beliau siap menanggung segala konsekwensi yang akan diterimanya karena status beliau sebagai PNS guru sekolah. Ujarnya.

Lanjut mantan Ketua Golkar Dumai menambahkan, oleh karena fisik beliau sudah tidak seperti dulu lagi, maka sudah saatnyalah beliau menyerahkan tongkat kepemimpinan kepada yang muda, beliau juga minta maaf kepada kawan seperjuangan karena selama beliau memimpin KRMD belum mampu untuk memberi yang terbaik kepada Organisasi tersebut, seharusnya personil yang tergabung mencetuskan Kota Madya Dumai bisa menjadi pemimpin dumai, tapi ujar beliau menambahkan, jangankan jadi walikota atau wakil walikota, jadi dewanpun tak bisa, sudah tiga kali ikut calon dewan, sekalipun tak berhasil.Ujarnya.

Sementara masih banyak teman mereka yang kurang sejahtra, tidak dapat tempat yang layak di dumai itupun beliau tidak bisa membantu memasukan anak anak mereka, bukan bekerja sebagai PNS malah untuk masukan anak teman seperjangan ” bekerja di perusahan swasta pun saya tak bisa “, beliau merasa dirinya sudah mulai kendur untuk memegang ketua KRMD maka dari itu imbuh Zul Ahad lagi, beliau mengundang rekan rekan KRMD rapat untuk memilih ketua baru. Demikian ujar Zul Ahad mengakhiri.

Ada lima hal yang harus diperjuangkan KRMD, diantaranya memperjuangkan kesejahteraan sosial ekonomi dan pendidikan bagi masyarakat dumai.

Sebelum dimulai pemilihan ketua, pimpinan rapat mendengar berbagai usul saran sebagai masukan yang disampaikan oleh peserta rapat, seperti yang disampaikan Ir. M. Hasbi menggesa kepada ketua yang dipilih nantinya harus mampu mensejahterakan anggota, sampsi saat ini ada anggota yang tidak mempunyai Rumah sendiri. Ujarnya dengan suara lantang.

Pada acara puncak pemilihan ketua, sekali lagi suasana rapat jadi heboh pasalnya tidak ada yang mau mencalonkan diri siap jadi ketua, akhirnya pesrta rapat menunjuk Ahmad Maritulius,SE, dengan cara aklamasi peserta rapat menetujui dan langsung ketua lama sebagai pimpinan rapat ketuk palu menandakan ketua lama sudah berganti kepada ketua baru. Langsung disambut tepuk tangan meriah dari peserta rapat.

Acara rapat komite reformasi masyarakat dumai (KRMD) ditutup dengan doa yang dipimpin Ir. M. Hasbi, (aba)