Proyek Jalan Laksamana Baru Dibangun Sudah Retak,


Wasiatriau.com – Proyek jalan datuk laksamana yang dikerjakan Pt. Ara Panjang beberapa minggu lalu sontak menjadi perhatian warga sekitar. Pasalnya fisik jalan tersebut mengalami retak retak. Demikian pantauan awak media wasiatriau.com saat meninjau lokasi proyek, kamis (11/5).

Pekerjaan pembangunan fisik beton jalan baru saja siap beberapa hari lalu sudah mengalami retak retak, bukan tanggung tanggung, hampir puluhan retak melintang fisik bangunan jalan tersebut, yang paling parah mengalami retak disisi kiri jalan (red), sementara disisi kanan jalan juga terlihat retak, namun kondisinya tidak separah sebelah kiri jalan.

Tidak ada satupun personil pelaksana proyek yang berada di lapangan untuk diminta keterangan terkait fisik jalan yang retak retak tersebut. sementara ada beberapa personil yang sedang menampal fisik jalan ywng retak tersebut mengatakan pada awak media, beliau hanya diminta untuk mengerjakan fisik jalan yang retak dengan cara menyuntik dan mengelem
yang retak dengan cairan sika. Terangnya.

Katanya lagi, beliau ditugaskan dari pekanbaru oleh perusahan hanya khusus untuk mengerjakan yang retak retak,lanjut beliau lagi mengatakan perusahan beliau khusus mengerjakan bangunan yang retak. Ujarnya.

Masih ucapan beliau, untuk menutup rongga yang retak tersebut beliau menggunakan cairan sika, sika tersebut di suntik kedalan beton dengan menggunakan pompa lewat selang kecil yang telah dipasang ditempat retak tersebut, imbuhnya lagi, agar lubang atau rongga yang ada didalam fisik beton jalan tersebut bisa tertutup, setelah kering baru permukaan bodi jalan dilem dengan menggunakan sika. Terangnya sambil menunjukan contoh yang disebelah yang sudah beliau kerjakan.

Katanya lagi menambahkan, biasanya kalau cuaca bagus, cuaca panas bisa sampai 4 jam baru kering, kalau cuaca tidak mendukung, bisa sampai satu hari baru cairan tersebut kering. Ucapnya.

Melihat fisik jalan yang baru dikerjakan sudak banyak yang retak ratak, berdasarkan pantauan awak media, diduga akibat getaran kandaraan berat melintasi jalur sebelah kiri (red), sebab jalan tersebut merupakan jalan pintu keluar masuk keareal pe!abuhan Pt. Pelindo I Cabang Dumai, hampir ratusan mobil berat setiap hari melintasi jalan datuk laksamana. Sementara bobot mobil cpo yang melintas jalan tersebut rata rata diatas 20 ton sampai 30 ton lebih.

Masih berita yang sama ditempat terpisah, Melihat fisik jalan yang baru dibangun tersebut sudah banyak yang retak retak, membuat salah satu warga agak sedikit kecewa. Pasalnya diragukan kualitas jalan dan daya tahan jalan tersebut, karena baru saja dibangun sudah retak retak, apa lagi nantinya jalan tersebut akan dilewati mobil cpo ada yang bertonase diatas 30 ton. Katanya

hampir puluhan tahun masyarakat di sekitar jalan datuk laksamana menderita, setiap hari menghirup debu jalan yang berlobang dan hancur, sementara jalan tersebut sulit mendapat bantuan pusat, sudah sekian kali pemko mengusulkan ke pusat, karena status jalan tersebut masih berstatus pusat, akhirnya tahun ini baru terwujud, imbuhnya lagi, tentu warga sekitar tidak lagi menderita akibat menghirup debu jalan, karena jalan sudah mulus,namun dengan melihat kondisi fisik jalan baru saja dibangun sudah retak retak membuat warga agak sedikit kecewa, karena secara kasat mata kualitas fisik bangunan tersebut diragukan kekuatan dan daya tahanya,karena baru selesai dibangun sudah retak retak. Ujarnya.

Saat berita ini dirilis,berdasarkan rangkuman yang dihimpun awak media, pengerjaan proyek fisik jalan tersebut belum siap seratus persen, masih ada tahap penimbunan bahu jalan.(aba)***