Tempat Hiburan Malam Masih Bangkang, Gesa Dukungan Semua Pihak


Wasiatriau.com – Satuan Polisi Pamong Praja ( Satpol PP ) kota dumai gencar turun razia kelokasi karaoke dan tempat hiburan malam lainya, namun belum maksimal. Pasalnya Meskipun sudah dilakukan razia berkali kali, namun tempat hiburan malam tetap buka sampai dini hari,

Berdasarkan pantauan wasiatriau.com dilokasi karaoke, ada beberapa tempat hiburan karaoke yang main kucing kucingan dengan satpol PP, saat razia mereka pura pura tutup, tapi setelah tim razia pulang mereka buka lagi, malah mereka buka sampai dinihari.

Razia rutin yang dilakukan Satpol PP selama seminggu belakangan ini memang banyak dapat pujian warga,salah satu pengurus mesjid yang tak mau disebutkan namanya mengatakan,kegiatan razia tempat hiburan malam saat ini sudah tepat, karena dapat mengurangi kegiatan maksiat di kota dumai, terutama sekali dalam rangka menyambut bulan suci ramadhan, seharusnya kota dumai sudah bersih dari kegiatan maksiat karena dapat menggagu konsentrasi umat muslim melakukan aktivitas ibadah selama sebulan penuh di bulan Ramadhan. Ujarnya

Sementara selama 11 bulan tempat hiburan malam yang ada dikota dumai sudah diberi kesempatan buka usaha malam, sambung beliau lagi, mereka seharusnya mengerti dengan kondisi daerah dumai yang berbudaya melayu edentik dengan Islam,apalagi penduduknya mayoritas umat muslim. Jangan lagi dirazia baru mau tutup, seharusnya sudah mengerti dan menghormati orang lain juga perlu ketenangan dan kenyamanan. Katanya

Masih berita yang sama, terkait menyambut bulan suci Ramadhan Ketua LSM Wasiat Riau kota Dumai A. Bakri. Mz. Mengimbau kepada semua pihak yang terkait terurama Lembaga Adat Melayu Riau Kota Dumai agar bisa bersuara memberi dukungan moral dalam bentuk saran dan pendapatnya terhadap kegiatan tempat hiburan malam, karena LAMR Kota Dumai sebagai payung Negeri, kapabel menyerukan terhadap kegiatan yang bertentangan dengan nilai nilai budaya melayu yang edentik dengan Islam. Ujarnya.

Masih ucapanya menambahkan, jangan biarkan Satpol PP berjalan sendiri, meskipun itu tugas dan fubgsi Satpol PP untuk menjalankan perda, namun peran serta Lembaga lain juga sangat dibutuhkan ikut berpartisifasi mengontrol dan memberi saran, dukungan moral terutama yang berkaitan dengan kegiatan masyarakat yabg sejalan dengan nilai nilai adat resam dan istiadat budaya di daerah itu sendiri

” Jika semua pihak ikut memperhatikan kondisi Dumai,mau berpartisifasi bersama sama saling dukung mendukung sesuai dengan propesinya masing -maing, tentu pada gilaranya nanti dumai menjadi kota yang bermartabat dan dihormati dimata masyarakat dan daerah lain” Demikian Harap beliau selaku Partisipatif penggiat budaya tersebut mengakhiri. (aba)***