Disayangkan, KPK Cekal MN Saat Naik Haji


WR- (Dumai) Terkait dengan kejadian pencekalan salah satu pejabat Dumai,MN saat hendak berangkat menunaikan ibadah haji,sontak jadi tandatanya warga Dumai. Pasalnya kenapa saat suasana ummat islam sedang melaksanakan ibadah haji,KPK baru bereaksi. Demikian ujar Ahmad Bakri.

Seharusnya pencekalan tidak terjadi jika pihak yang terindikasikan terkait kasus korupsi diberi tahu sebelumnya. Sehingga yang bersangkutan tentu tidak berani bepergian sampai batas yang ditentukan.

Lain halnya jika yang bersangkutan sudah disurati sebelumnya,diperitah agar tidak melakukan bepergian keluar negeri. Namun yang bersangkutan tetap melawan hukum, tidak koperatif. Tentu harus dilakukan pencekalan kepada yang bersangkutan.

Keheranan warga memang cukup Beralasan, kenapa tidak, karena waktu pencekalan disaat yang bersangkutan kebetulan mau berangkat menunaikan ibadah haji, untuk menjalani rukun islam yang kelima.

Tambah beliau lagi, Sudah menjadi budaya orang islam khusus nya di negeri melayu, jika mau berangkat haji, pihak keluarga mengadakan upacara kenduri doa selamat, pelepasan diiringi dengan acara tepuk tepung tawar serta berbagai acara adat istiadat lokal lainnya. Tergantung dari mana daerah asal yang mau berangkat haji tersebut.

Tidak bermaksud untuk mengkritisi acara pencekalan tersebut, tapi Karena Momen pencekalan yang dianggap agak kurang tepat dalam perspektif nilai nilai etika hidup berbudaya terutama dalam pandangan adat istiadat. Ujarnya

Memang menjadi wewenang instansi terkait untuk mencekal seseorang yang dianggap terindikasi terkait dalam suatu kasus untuk bepergian keluar negeri. Minimal untuk memudahkan tugas penyidik ketika dibutuhkan keterangan saksi dalam kasus tersebut.

Disisi lain, proaktif anti rasuah dalam memberantas korupsi selama ini memang tidak diragukan lagi. Sejak berdirinya lembaga KPK, banyak lanun berdasi pakai kostum bertuliskan tahanan KPK. Meskipun masih banyak orang yang bermental korup bebas menghirup udara segar berkeliaran diluar sambil menikmati hasil jarahanya.

Mungkin kalau tidak ada KPK, entah apa jadinya negeri ini, minimal stabilitas ekonomi bangsa akan goyang karena uang rakyat bebas digrogoti pejabat bermental korup.

Terkait pencekalan tersebut, harap salah satu warga,Ahmad Bakri, hendaknya dapat dijadikan pelajaran bagi pejabat kota Dumai,agar lebih berhati hati lagi dalam melaksanakan tugasnya, Jika tidak, bukan tidak mungkin akan ada tersangka lainnya yang akan menyusul. ***(aba)