Gubernur Riau Mengajak, Jika Berpidato Dimulai Dengan Pantun


WR-(Pekanbaru)Tiada acara tanpa pantun. ungkapan itu pantas diucapkan, kenapa tidak,karena setiap acara Gubernur Riau H.Arsyajuliandi Rachman, saat Berpidato beliau selalu mengawalinya pidatonya dengan sebait pantun,jika ingin pidato harus dimulai dengan pantun, ujarnya mengajak peserta forum dialog selalu menyemangatkan budaya berpantun (29/8) Demikian pantauan wasiatriau.com dalam acara tersebut.

Jika ingin pidato kita dianggap menarik harus dimulai dengan pantun, ungkapnya ” Kapal dagang datang dari seberang, kapal sarat membawa kayu meranti, kepada bapak ibuk dari jakarta kami ucapkan selamat datang, di pekanbaru kami menanti”, Ujarnya Andy Rachman ber pantun, langsung disambut tepuk tangan meriah para undangan.

Acara forum dialog, sosialisasi pedoman kerja BKPM Dgn Polri tentang koordinasi perlindungan dan keamanan bagi dunia usaha mendukung kegiatan bagi investasi di Indonesia, dihadiri Dirjen menteri dalam negeri,BKPM serta Rombongan mabes Polri, kapolda Riau dan jajaran, kepala dinas DPMPTSP Provinsi Riau, DPMPTSP se Provinsi Riau,dan turut hadir manajemen perusahaan swasta serta Apindo Riau dan Apindo Kabupaten/Kota se Riau.

Gubernur Riau,akrab disapa Andy Rachman menjelaskan,bahwa provinsi Riau sebagai pusat ekonomi dan kebudayaan melayu dan beliau menginginkan diasia Tenggara ini budaya melayu berpusat di Riau, makanya perlu disemangatkan terus agar budaya melayu semakin kuat. Katanya.

Tambah gubernur Riau lagi, menjelaskan, bahwa Riau berbudaya melayu,agar budaya melayu tetap kuat dan tegar, maka perlu disemangatkan terus.lanjutnya lagi,Pada hari ulang tahun Riau ke 60 kemarin, membuat teks line dengan tema “menghulu berbudaya melayu, menghilir Riau ber-integritas”. Imbuhnya, jika kita sudah memahami budaya melayu, kita akan tahu permasalahan integritas,perlu juga kita berinvestsi terhadap integritas, karena “integritas itu jujur,punya komitmen dan tegas”. Ujarnya

Beliau mengimbau kepada peserta acara forum dialog tersebut, nantinya bisa memanfaatkan waktu sebaik baiknya, agar target investasi di provinsi Riau dapat tercapai. Demikian harap beliau. (aba) ***