Kebijakan Rasionalisasi Dapat Menghambat Pembangunan


WR-(Pekanbaru) – Kebijakan pemerintah terkait merasionalisasikan anggaran dapat menghambat lajunya pertumbuhan pembangunan.Kenapa tidak,banyak rencana pembangunan fisik yang tertunda, malah ada yang sudah ditenderkan, namun paket tersebut dibatalkan sepihak pemerintah daerah melalui instansi terkait dengan alasannya rasionalisasi anggaran

Terkait pembatalan rencana proyek fisik tersebut bukan saja ditingkat provinsi Riau namun juga terjadi kota Pekanbaru. Demikian rangkuman pantauan awak media wasiatriau.com di Pekanbaru.

Akibat rasionalisasi anggaran banyak yang menjadi korban,menanggung kerugian yang timbul bukan saja dapat menghambat roda pembangunan, tapi juga berimbas terhadap nasib kontraktor lokal, akibat pemerintah provinsi Riau, Kabupaten / Kota yang memangkas anggaran.

Seperti yang terjadi di dinas kesehatan kota Pekanbaru, berdasarkan pengumuman proses pelelangan sudah dilalui oleh pihak kontraktor, namun ternyata proyek tersebut dinyatakan batal dengan alasan rasionalisasi anggaran.

Seharusnya pemerintah kota Pekanbaru membuat kajian analisis kemampuan dari anggaran terlebih dahulu,tidak terburu buru mengumumkan tender proyek tersebut Tentu merugikan pihak kontraktor,karena pihak kontraktor sudah mengikuti proses lelang.

Begitu juga dengan proyek provinsi Riau yang dialokasikan untuk daerah Dumai, kata salah satu pemilik perusahaan yang tidak mau disebutkan nama. Beliau sudah mendaftar melalui LPSE dan mengikuti proseslelang,namun belum sempat melihat siapa pemenang lelang, pemerintah provinsi Riau melalui instansi terkait sudah membatalkan proyek tersebut, dgn alasan rasionalisasi anggaran.

Terkait rasionalisasi anggaran sudah terjadi mulai tahun 2016 yang lalu,hal tersebut sudah menjadi konsumsi publik. Pemangkasan anggaran APBD Daerah akibat berbagai faktor,salah satunya membiayai proyek pembangunan berskala nasional. (aba) ****