Harapan Rakyat Untuk Calon Gubernur Riau 2018 Mendatang


WR.Com – (Dumai). Suhu politik di Riau sudah mulai terasa sampai ketingkat bawah. Pasalnya pemilihan kepala daerah Gubernur Riau tinggal hitungan bulan lagi.

Berbagai gerakan yang dilakukan timses calon, begitu juga partai pengunjung, memainkan peran dan taktik untuk merebut hati pemilih. Namun berbeda lagi dengan tokoh pergerakan memandang pikada gubernur tersebut, seperti salah satu aktivis yang terkenal dengan vokalnya di Dumai, Ir. M. Hasbi,memberi tanggapan terkait calon gubernur Riau.

Menurut hasbi,sesuai rilisnya dalam WA mengatakan, Kami masyarakat riau wilayah pesisir dan daratan mengharapkan Gubernur Riau kedepan mampu membangun riau dan 12 kabupaten/kota membangun bukan berdasarkan kemampuan sumber daya alam tetapi adalah sumber daya manusia.

Lanjut hasbi mengintip tabir lembaran singkat sejarah Riau dimasa dahulu kala mengatakan,Pertama Riau ditinjau dari aspek tratat aspek sejarah bersatu dgn semenajung malaysia dipisahkan oleh tratat london 1826.Kemudian dari aspek politik pemberontakan PRRI 1955 menjadi Sumatera Tengah.Aspek orde baru pen jarahan minyak besaran riau zaman orde baru oleh keluarga suharto dan ibnu sutowo bagi membangun Indonesia. Lanjut beliau, Kini sumber daya alam minyak tidak lagi menjadi primadona pembangunan sumber devisa negara dan digantikan sumber kebun sawit. hampir sejuta hektar ilegal pada pembangunan pabrik CPO milik orang asing maka orang diriau makin miskin dan melarat, negeri kaya sumber daya alam tapi miskin sumber daya manusia. Bila dibandingkan Singapura.Jepang.Korea Selatan.Malaysia miskin sumber daya alam tapi kaya sumber daya manusia.

Harapan Hasbi agar Riau Bangkit kembali dengan menciptakan sumber daya manusia (SDM) melalui Manusia beriman, Bertaqwa berdasarkan Ilmu pengetahuan serta IT, Inovatif.Kreatif demi peningkatan taraf kehidupan kini dan kedepan. Ujarnya

Pembangunan dan persaingan Global tidak hanya mengandalkan sumber daya alam, tetapi sumber daya manusia, siap bersaing secara global, berkeahlian dan berkerampilan ilmu, karena kemampuan industrilisasi dan teknologi informasi sudah masuk dizaman sekarang disebut zaman digital.Kemampuan pendidikan yang baik adalah menciptakan manusia beriman bertaqwa pada allah swt tangguh serta berkualitas,memiliki kemampuan ilmu pengetahuan.

Tambah beliau lagi,bahwa Riau berbudaya
Melayu, identik melayu ber agama islam. Tentu menjadi skala prioritas membangun kecerdasan intelektual spritual, serta emosional, dan kreatif.inovatif dengan pola berpikir global, semua itu dirobah melalui jalur pendidikan berkualitas harus disiapkan dengan baik kedepannya.

Tambah beliau,Hampir 80 persen kekayaan sumber alam di Riai dikuasai oleh asing baik legal dan ilegal, bila kita tidak mau merobah pola berpikiran maju dan progresif bersama sama, maka kita tentu dijajah oleh kekuataan asing, melalui kekuataan ekonomi. jadilah negeri kaya raya tapi, rakyatnya miskin dan melarat karena ekonomi dikuasai asing, karena rakyat dinegara tersebut bodoh, hanya dengan menunggu takdir dan sumber daya alam . Pembangunan kekuatan sumber daya manusia unggul berkualitas harus mampu menghidupkan diri sendiri dengan sifat mandiri berdikari dengan membangun jiwa wiraswasta.enterperniuship.berkualitas,bukan manusia malas,budaya minta minta bantuan asing. Tambahnya, Untuk melawan itu harus mempersiapkan manusia tangguh pula.berintegritas, beriman dan takwa.

Terkait dengan pemaparan tokoh aktivis Dumai tersebut,seharusnya para kandidat calon gubernur Riau 2018 akan datang, perlu memikirkan, mau dibawa kemanakah Provinsi Riau ini,apakah visi misi Riau yang dibuat oleh calon sudah sesuai dan aspiratf, sejalan dengan perkembangan zaman, termasuk juga dalam menciptakan renstra pembangunan Riau,namun haruslah sejalan dengan visi misi Riau 2020 yang sudah digagas dimasa gubernur Riau dulu Bapak Salih Djasit. (aba) ***