Warga Sesalkan Bangunan Fasum Pariwisata Depan Istana


WR – (SIAK) Proyek pembangunan fisik fasilitas umum (Fasum)yang dibangun didepan Istana Siak, menimbulkan kontroversi ditengah warga masyarakat Siak. sebab sebelum proyek tersebut dibangun, pemerintah Kabupaten Siak melalui Instansi terkait, tidak pernah mengadakan sosialisi kepada tokoh masyarakat Siak.Ujar Andi melalui telpon seluler. Selasa kemarin (2/9).

Proyek pembangunan fasilitas umum dengan menggunakan anggaran dana alokasi khusus (DAK) jenis kegiatan, penataan kawasan pariwisata (DAK), pekerjaan, pembangunan ruang ganti dan / atau toilet, di Dinas Pariwisata Kabupaten Siak, dengan nomor kontrak,566 /DISPAR/Kontra. nilai proyek sebesar Rp.417.121.000.- yang dilaksana dilaksanakan oleh CV.citra karya abadi.

Andi mengatakan,fasilitas umum yang baru tahap pembangunan dianggap tidak layak. Kenapa tidak, karena pembangunan fisik bangunan tersebut terletak direal cagar budaya Kabupaten Siak.

“Kami Masyarakat Siak sangat kecewa dan
Menyayangkan atas sikap Dinas Pariwisata Kabupaten Siak, yang Mendirikan Bangunan WC di Depan Objek Wisata Istana Siak yg adalah Merupakan Warisan Cagar Budaya Nasional”.

Beliau Menganggap, imbuh Andi Bin Usman mengatakan Dinas Pariwisata Kabupaten Siak Telah Lancang Mendirikan Bangunan Toilet di Depan situs Paling Bersejarah. Tanpa Melakukan Koordinasi dan serta Musyawarah Dengan Tokoh Masyarakat,Tokoh Adat serta Lembaga Adat Setempat dalam Membangun toilet atau Tempat Buang Hajat ini di Lingkungan Istana Kerajaan siak, dimana Hal ini Sangat Meresahkan dan Melukai Hati Kami Masyarakat Siak.
Hingga Bisa juga Menimbulkan Gejolak Negatif dikarenakan Sangat Bertentangan dgn Adab, Adat, Nilai Estetika Alamiah, Kearifan Budaya Lokal serta Sopan Santun Dalam Mengambil sebuah kebijakan pada Situs Warisan Budaya diNegri Siak ini”.

Masih ucapan Anda lagi, beliau Mendesak Dinas Pariwisata segera menghentikan Pembangunan fisik bangunan ruang ganti dan/atau toilet Depan Istana Siadan Segera Memindahkan Bangunan itu Ketempat yang Lebih Pantas dan Beradab setelah Melakukan Musyawarah dgn Melibatkan dg Berbagai Pihak.Ujarnya

Lanjut tokoh muda itu menambahkan,beliau Meminta Bupati Siak untuk Mengkaji Ulang dan Segera Mengambil Sikap Tegas atas Penempatan bangunan fisik Toilet diDepan Istana dan Makam Koto Tinggi, karena Hal ini Adalah Tidak Tepat.

Harap Andi,Semoga Halini segera diTindak Lanjuti,Karena Telah Membuat Resah warga Masyarakat Siak, Masyarakat Riau serta Seluruh Komponen bangsa terutama pecinta budaya indonesia dan Internasional.

Ditempatkan terpisah, ketika awak media menemui salah satu personil dinas pariwisata Kabupaten Siak, kebetulan sedang menjaga pintu masuk istana Siak. Terkait pembangunan Fasum disekitar depan Istana Siak, beliau menjelaskan bahwa bangunan tersebut bukan saja diperuntukkan untuk ruang ganti dan/atau toilet. Namun bangunan tersebut juga digunakan untuk tempat penjualan tiket. Ujar beliau yang tak disebutkan namanya.

Katanya lagi,pintu disebelah kiri istana Siak sebagai pintu masuk, pintu sebelah kanan untuk jalan keluar, imbuhnya lagi menjelaskan, pengunjung bisa beli tiket di loket yang sedang dibangun tersebut. Demikian ujarnya mengakhiri. (aba)