8 Pasangan Suami Istri Terjerat Kasus Korupsi


WR- Pasangan suami istri yang terjerat kasus korupsi, hal ini mungkin hanya terjadi di Indonesia. Sungguh memalukan sekali,namun itulah yang terjadi, kapan kah korupsi bisa hilang di bumi pertiwi ini.

Berdasarkan hasil pantauan awak media wasiatriau.com, terdapat 8 Pasang Suami istri yang terjerat kasus korupsi diKPK dan Berikut daftar pasangan suami istri dalam pusaran korupsi tersebut:

1. Muhammad Nazaruddin dan Neneng Sri Wahyuni. Nazaruddin mantan Bendahara Partai Demokrat, terjerat kasus korupsi pembangunan Wisma Atlet, Provinsi Sumatera Selatan tahun 2010. Atas perbuatannya, ia divonis penjara selama 7 tahun dan denda Rp 300 juta. Kasus ini sudah berkekuatan hukum tetap. Nazaruddin ditahan sejak tahun 2011 setelah sebelumnya sempat kabur ke luar negeri.

Selain kasus Wisma Atlet, Nazaruddin juga telah terjerat kasus penerimaan gratifikasi dan serta pencucian uang.Ia kemudian beliau divonis 6 tahun penjara dan denda Rp 1 miliar.

Neneng: Kasus: Korupsi pengadaan dan pemasangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Tahun Anggaran 2017 . dan
DiVonis: 6 tahun penjara.

2.Romi Herton (Wali Kota Palembang) dan Masyito. Kasus Suap untuk memenangkan sengketa pilkada Kota Palembang di Mahkamah Konstitusi, beliau divonis 7 tahun penjara, Masyito 5 tahun penjara

Pasangan suami istri ini menyuap Akil Mochtar selaku hakim Konstitusi agar menang gugatan. Keduanya memberikan suap secara bertahap kepada Akil dengan total sebesar Rp 14,145 miliar dan 316.700 dolar AS.Keduanya ditahan sejak tahun 2014.

3. Ade Swara (Bupati Karawang) serta Nurlatifah. Mereka terjerat dalam Kasus Pemerasan terkait pengurusan surat izin Surat Persetujuan Pemanfaatan Ruang (SPPR) PT Tatar kartabumi, di Kabupaten Karawang. Ade divonis 7 tahun penjara, dan Nurlatifah selama 6 tahun penjara.

Pasangan suami istri ini tertangkap tangan KPK pada Januari 2015. Keduanya dinilai terbukti menerima uang Rp 5 M dari hasil pemerasan terhadap PT Tatar Kertabumi.

4. Budi Antoni Aljufri (Bupati Empat Lawang) beserta Suzanna Budi Anthony.
Kasus: Suap untuk memenangkan sengketa pilkada Kabupaten Empat Lawang di Mahkamah Konstitusi, beliau memberikan keterangan bohong di persidangan. Budi divonis 4 tahun penjara, Suzanna selama 2 tahun penjara.

Pasangan suami istri ini menyuap Akil Mochtar selaku hakim Konstitusi agar menang gugatan.Keduanya memberikan suap secara bertahap pada Akil dengan total sebesar Rp 15 miliar dan 500 ribu dolar AS. Keduanya ditahan sejak Juli 2015.

5.Gatot Pujo Nugroho (Gubernur Sumatera Utara) – Evy Subang. Kasus: Suap kepada hakim PTUN Medan, suap kepada Patrice Rio Capella selaku anggota Komisi III DPR,dan suap kepada DPRD Sumatera Utara
Beliau divonis 3 tahun penjara ditambah 4 tahun penjara dan Evy Subang divonis selama 2,5 tahun penjara.

Gatot dan Evy ditahan KPK sejak Agustus 2015. Keduanya ditetapkan KPK sebagai tersangka berdasarkan pengembangan dari Operasi Tangkap Tangan KPK terhadap 3 hakim PTUN.Kasus itu juga yang kemudian menjerat advokat senior OC Kaligis.

6. Pahri Azhary (Bupati Musi Banyuasin) dan Lucianty ( Anggota DPRD Sumatera Selatan ).

Kasus Suap kepada Anggota DPRDKabupaten Musi Banyuasin. Pahri divonis 3 tahun penjara dan Lucianty 1,5 tahun penjara.

Pasangan suami istri ini ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus yang ber mula dari Operasi Tangkap Tangan KPK. Keduanya ditahanoleh penyidik KPK sejak Desember 2015.

7. Atty Suharty (Wali Kota Cimahi),Itoc Tochija (mantan Wali Kota Cimahi). Kasus: Suap terkait proyek pembangunan Pasar Atas Cimahi tahun 2016.
Atty divonis 4 tahun penjara dan Itoc Tochija divonis selama 7 tahun penjara.

Pasangan ini diciduk KPK dalam Operasi Tangkap Tangan yang dilakukan pada 1 Desember 2016 lalu. Keduanya terbukti menerima Rp 500 juta dari janji sebesar Rp 6 miliar.

8. Ridwan Mukti (Gubernur Bengkulu) dan Lily Martiani Madani. Pasutri OTT KPK,
Kasus Suap terkait proyek infrastruktur di Provinsi Bengkulu. Awalnya Pasangan suami- istri ini tertangkap tangan pada 20 Juni 2017.Petugas KPK menemukan uang sebesarRp1 miliar pada saat penangkapan tersebut.Sampai Saatini,keduanya sedang menunggu proses persidangan.

Dari ke delapan pasangan suami istri ini yang terjerat kasus korupsi dapat jadi pelajaran bagi masyarakat, khusus bagi kepala Daerah agar berhati hati saat menjalankan tugas,bak kata pepatah orang orang tua, Malang tidak berbau. (aba) ***