Konsistensi Hakim Cepi Jadi Terkenal


WR – Hakim Cepi Iskandar mendadak jadi sorotan publik dan mendadak jadi viral Pasalnya saat jadi hakim tunggal sidang gugatan praperadilan yang diajukanKetua Umum Partai Golkar Setya Novanto di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.Dalam sidang,Jumat (29/9) Hakim Cepi mengabul kan gugatan Setya Novanto .dan praktis status tersangka korupsi e- KTP dariKPK digugurkan oleh Hakim Cepi.

Putusan dibacakan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jumat sore (29/9/2017) pukul 17.30 WIB. “Menyatakan penetapan pemohon Setya Novanto sebagai tersangka dinyatakan tidak sah,” ujar hakim Cepi.

Menurut hakim, KPK harus menghentikan penyidikan kasus Novanto. Dengan kata lain, Setya Novanto menangkan gugatan praperadilan atas status tersangka korupsi e-KTP dari KPK.

Kepala Humas PN Jaksel Made Sutisna mengatakan hakim Cepi adalah hakim senior bertugas selama kurang lebih 20 tahun.”Itulah pimpinan punya pilihan,” ujar Sutisna di PN Jaksel, Jalan Ampera Raya, Jakarta Selatan,Selasa (12/9),Dia memastikan hakim Cepi independen dan tidak tunduk pada diintervensi padasaat menangani kasus besar.

Pengalaman Segudang
Dikutip dari Kompas.com, Cepi Iskandar saat ini memiliki jabatan sebagai Hakim Madya Utama. Sejak Agustus 2016, pria kelahiran 15 Desember 1959 itu mendapat sertifikasi sebagai hakim tindak pidana korupsi.
Sebelum bertugas di PN Jakarta Selatan, Cepi menjabat sebagai Ketua Pengadilan Negeri Purwakarta,Jawa Barat.Sebelumnya Cepi juga pernah bertugas di beberapa daerah, di antaranya Pengadilan Negeri Depok dan Pengadilan Negeri Bandung, JawaBarat.Selain itu,ia pernah bertugas di PN Tanjung Karang, Provinsi Lampung.

Pengalaman beliau Tangani perkara KPK,
Hakim Cepi bukan kali inisaja menangani kasus yang berkaitan dengan KPK. Dia pernah memimpin persidangan bagi terdakwa mantan Direktur PLN Lampung Hariadi Sadono.
Terdakwa dalam perkara korupsipengadaan alat”Customer Information System” (CIS) itu divonis 4 tahun penjara dan denda Rp250 juta subsider 36 bulan kurungan.
Selain itu, terdakwa juga dibebankan membayar uang pengganti sebesarRp137,38 juta subsider dengan 2 tahun kurungan apabila tidak dibayarkan.Meski demikian vonis itu lebih rendah dari tuntutan yang disampaikan Jaksa KPK, yaitu enam tahun penjara dan denda Rp 500 juta.

Praperadilan Hary Tanoe
Nama Cepi sempat ramai dibicarakan saat menangani perkara praperadilan atas penetapan tersangka CEO MNC Group Hary Tanoesoedibjo oleh Bareskrim Polri.Namun Hakim Cepi Iskandar pada saatitu menolak praperadilan Hary Tanoe. Karena dalam pertimbangannya, Cepi menyatakan, pihak kepolisian telah memiliki dua alat bukti yang sah untuk menetapkan Hary sebagai tersangka.
Menurut Cepi, berdasarkan bukti-bukti yang diajukan Polri,prosedur penyelidik an dan penyidikan dalam kasus Hary telah sesuai ketentuan dalam KUHAP, Peraturan Kapolri.

Namun keputusan yang diambil Hakim Cepi berbuntut panjang. Sebab Gerakan Muda Partai Golkar(GMPG)melaporkan Hakim Cepi Iskandar ke Komisi Yudisial (KY), Senin (25/9/2017).GMPG melaporkan Cepi sebagai hakim tunggal pada sidang praperadilan Setya Novanto terhadap KPK dalam status tersangka korupsi e-KTP yang sedang ber langsung. mereka menduga ada pelanggaran kode etik yang telah dilakukan Hakim Cepi Iskandar ketika membuat keputusan sidang sela pada 22 September lalu.

Disisi lain,Alasan penunjuk Hakim Cepi.
Kepala Humas Pengadilan Negeri Jakarta Selatan Made Sutrisna menyatakan,alasan pengadilan memilih Hakim Cepi lantaran yang bersangkutan dinilai pas sehingga dipilih menjadi hakim yangakan memimpin sidang praperadilan Setya Novanto.

Saat ini,kebetulan Cepi Iskandar sedang kosong dan dapat memimpin sidang.Selain itu,Hakim Cepi juga dinilai cukupsenior di Pengadilan Negeri Jaksel. Made nilai Hakim Cepi Iskandar cukup teruji untuk penanganan kasus – kasus praperadilan yang besar seperti kasus Hari Tanoe. Menurut dia, pengalaman sebelumnya juga menunjukan Cepi Iskandar bisa menangani perkara secara baik danputusanya tidak menimbulkan gejolak apa pun.(aba) ***