Satpol PP Segel Tiang Tumpu Milik PT Huaiwei


Wasiatriau.com – Pemerintah kota Dumai melalui instansi terkait sudah berkali-kali melakukan penertiban tiang iklan yang tidak mengantongi izin. Kali ini
menyegel tiang Tumpu yang di duga milik PT.Huaiwei,Jumat (06/10).

Satpol PP dan Badan Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu Kota Dumai bergerak bersama penyegelan Tiang Tumpu yang diduga milik PT Huawei tersebut, mereka bergerak mulai darijalan kartini lalu mereka melanjutkan penyegelan jalan baru,setelah selesai penyegelan mereka melanjutkan ke jalan ombak.

Penyegelan yang dilakukan Satpol PP itu sudah mendapat surat dari Dinas PMPTSP kota Dumai, untuk melakukan penyegelan Tiang Tumpu milik PT.Huawei bekerjasama dengan XL, dan “ini kami lakukan sesuai dengan fungsi dan tugas kami selaku penegak Perda dan Perwako.” ujar kepala satuan polisi Pamong Praja,H.R. Bambang Waedoyo SH didampingi Andi Aziz selaku Penyidik Pegawai Negeri Sipil.

Bukan hanya penyegelan Tiang tapi juga mencabut satu tiang dan sebagian kabel optick.Barang tersebut di bawa kekantor Satpol PP untuk barang bukti.

” Kita segel beberapa tiang dan kita cabut Satu tiang tumpu yang berada dijalan Hasanudin serta membawa Kabel Optick sebagai alat bukti kita,”tegas Ka.Satpol PP tersebut

Kadis DPMPTSP Kota Dumai, Hendri Sandra melalui Kabid Perizinan dan Non Perizinan Said Effendi.SE menjelaskan Penyegelan Tiang Tumpu yang dimiliki PT Huawei yang lebih kurang berjumlah 33 Tiang ini dilakukan, dikarenakan pihak PT Huawei yang bekerjasama dengan XL Cabang Dumai tidak memberitahukan dan mengurus izin Prinsip dan izinPenanaman Tiang Tumpu.” ungkap Said Effendi.SE

Lanjutnya Said, Pemerintah Kota dumai Melalui Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu menghimbau kepada PT. Huawei dan pihak XL Dumai agar segera melakukan pengurusan izin-izin yang belum dimiliki.

” Bagi siapapun yang ingin berbisnis di Kota Dumai,seperti bisnis jaringan internet, hendaknya terlebih dahulu mengurus izin-izin nya kepada DPMPTSP Dumai”. Demikian Imbau said.(aba)**