Dumai Korban Pemanasan Global Terkait Banjir Rob


Wasiatriau.com-Kota Dumai sudah menjadi langganan Banjir rob, ini akibat pemanasan global yang melanda Dunia,sehingga Kota yang berada di pesisir pantai jadi korban. Seperti yang dialami kota Dumai itu sendiri.

Bagi warga Dumai, banjir pasang naik itu  memang sudah tidak asing lagi,  karena air laut naik kedarat bukan lagi setahun sekali, tetapi durasi banjir setengah bulan sekali. Demikian pantauan media wasiatriau.com di lapangan.

Warga kota Dumai sudah terbiasa bekerja lembur menguras air saat banjir tiba. Sebelum banjir rob tiba,  Warga sudah tahu dan bersiap siap  mengemas barang serta prabot rumah tangga,karena mereka sudah biasa dan hafal kapan  waktu banjir pasang naik akan tiba.

Ditempat terpisah,tokoh Masyarakat Teluk Makmur,  Nasir mengatakan, dulunya banjir pasang keling (red) naik kedarat  setahun sekali,akibat reklamasi pantai, anak sungai dan parit warga yang tembus kelaut sudah di timbun rata dengan tanah.Seperti diareal pelindo, dulu banyak parit lurus dari darat lurus tembus ke laut.  Katanya,

Bapak paruh baya namun kelihatan masih gagah itu, kebetulan pernah tinggal dijalan Kamboja sekitar 50 tahun silam, kata Nasir lagi, parit jalan patimura, tenaga, anggrek, jalan Kamboja, hangtuah, satria dan parit jalan yosudarso. Namun sekarang setelah ditimbun untuk perluasan areal pelabuhan  pelindo, hanya tinggal beberapa parit kecil yang dibangun tembus kelaut. Kata Nasir menceritakan.

Banjir rob bukan lagi isu lokal tapi sudah menjadi isu internasional, pasalnya  dari interpretasi pengukuran pada gelombang pasang, serta  pengukuran satelit terbaru mengungkapkan pada kita,  bahwa selama abad terakhir,  permukaan laut dunia telah meningkat antara 10 hingga 20 cm.Tingkat kenaikan permukaan laut dalam 2 dekade terakhir mencapai 3,2 mm per tahun,  2 kali lipat dari kecepatan rata-rata 80 tahun sebelumnya.

seabad terakhir, pembakaran bahan bakar fosil dan aktivitas alami manusia lainnya telah melepaskan sejumlah besar gas pemerangkap panas ke atmosfer. Emisi ini menyebabkan suhu permukaan Bumi terus meningkat, dan lautan menyerap sekitar 80 persen panas tambahan ini.

Kenaikan pemukaan air laut terkait dengan tiga faktor utama,  semuanya disebabkan oleh perubahan iklim global yang sedang berlangsung saat ini:

Ekspansi termal: Ketika suhu memanas, air laut akan memuai. Sekitar setengah kenaikan permukaan laut di abad lalu disebabkan oleh lautan hangat yang berupaya menempati lebih banyak ruang.

Melelehnya gletser dan tudung es kutub formasi besar es,seperti gletser dan tudung es kutub secara alami meleleh tiap musim panas. Saat musim dingin, salju, terutama yang terbentuk dari penguapan air laut,sudah cukup untuk mengimbangi pencairan di masa kini,kenaikan suhu terus menerus yang disebabkan olehpemanasan global menyebabkan pencairan musim panas menjadi lebih besar, dan sekaligus mengurangi jumlah salju yang turun pada musim dingin selanjutnya,  mempercepat datangnya musim semi. Ketidak seimbang ni menghasilkan dampak signifikan pada rasio penguapan air laut dan menyebabkan permukaan laut naik.

Hilang  es dari Greenland dan Antarktik Barat,Seperti halnya yang telah terjadipada gletser dan tudung es, peningkatan panas juga menyebabkan lapisan es raksasa yang menyelimuti Greenland danAntarktika meleleh lebih cepat. Para ilmuwan juga meyakini air lelehan dari atas dan air laut yang merembes di bagian bawah lapisan, sangat efektif melelehkan es  dan serta menyebabkannya lebihmudah terlepas dan hanyut di laut.Pemanasan suhu laut menyebabkan lapisan es raksasa yang membentang dari Antarktika, meleleh dari bawah, melemah, hingga akhirnya pecah.

Setelah tiga faktor di atas, berikut ini informasi tambahan seputar kenaikan permukaan laut.

Konsekuensi

Ketika kenaikan permukaan laut telah mengalami percepatan seperti saat ini, sedikit kenaikan saja dapat menyebabkan efek merusak pada habitat pesisir. Ketika air laut mencapai lebih jauh ke pedalaman, hal itu dapat menyebabkan erosi, banjirnya lahan basah, kontaminasi tanah pertanian, dan hilangnya habitat ikan,  burung serta tanaman.

Saat badai besar menghantam daratan, permukaan air laut yang lebih tinggi berarti badai akan menjadi lebih besar dan kuat, gelombang akan menyapu segala sesuatu yang dilewatinya.

Selain itu, ratusan juta orang yang tinggal di area pesisir akan sangat rentan diterjang banjir. Kenaikan permukaan air laut akan mendesak mereka untuk meninggalkan rumah dan pindah. Pulau-pulau dengan dataran rendah dapat terendam sepenuhnya.

Kebanyakan prediksi mengatakan bahwa pemanasan planet akan terus berlanjut dan meningkat. Jika demikian, dan bukan tidak permukaan lautan juga akan mengalami kenaikan. Panel Antar Pemerintah  tentang Perubahan Iklim mengatakan bahwa kita bisa memperkirakan kenaikan permukaan air laut antara 28-98 cm pada tahun 2100.  Kenaikan inicukup untuk menenggelamkan beberapa kota di sepanjang pesisir timur,  Amerika Serikat. Dan Perkiraan yang lebih mengerikan menyebutkan,dari pemanasan global dan dampaknya, termasuk pencairan seluruh lapisan es Greenland, akan menyebabkan permukaan air laut naik hingga 7 meter, cukup untuk menenggelamkan London. (aba) ***