Gas LPG 3 Kg Dipangkas 13 Persen


wasiatriau.com – Dumai. Kelangkaan Liquid Petrolium Gas (LPG)ukuran 3 kilogram (kg) disetiap kabupaten/kota di Provinsi Riau, beberapa waktu yang lalu.Sontak membuat masyarakat resah, terutama masyarakat Dumai. Pasalnya gas LPG 3 kg merupakan kebutuhan pokok warga  untuk memasak, dan menurut warga harus ada setiap hari.
Kondisi kelangkaan gas tersebut rupanya bukan Dumai saja yang mengalaminya,tapi hampir di setiap daerah. disebabkan setiap daerah terimbas dampak kebijakan pusat  terkait pemangkasan subsidi gas LPG 3 kg sebanyak 13 persen dalam APBN,-P 2017.
Hal ini membuat Pertamina akan menjaga sisa kuota hingga akhir tahun.
Berdasarkan pantauan wasiatriau.com dari berbabagai sumber, dipangkasnya subsidi LPG 3 kg, juga disebabkan pelemahan kurs rupiah dan naiknya harga minyak mentah dunia. Sepertu apa yang  disampaikan Unit Manager Communication and CSR PT Pertamina (Persero) Marketing Operation Region I (MOR I), Rudi Ariffianto.

 

Beliau mengkui terjadinya kelangkaan LPG 3 kg, akibat adanya pemangkasan kuota subsidi LPG 3 kg sekitar 13 % di APBN.

Sebenarnya kuota yang ada saat ini cukup bila penyalurannya tepat sasaran. Namun masalahnya,lanjut beliau lagi kita tidak bisa melarang masyarakat yang mampu untuk membeli LPG 3 kg,karena regulasinya yang belum tegas dari pemerintah,” katanya.

Rudi menambahkan,  Untuk mengantisipasi terjadinya kelangkaan tersebut,  pihaknya akan terus berkoordinasi dengan Pemda, Disperindag, Bidang Ekonomi dan aparat untuk melakukan pengawasan ditingkat pangkalan.” Pertamina bertanggung jawab melakukan pengawasan ditingkat Agen. Sedangkan ditingkat pangkalan ini, kami membutuhkan bantuan dari seluruh pihak. Karena kuota kita terpangkas 13 persen dan kita diminta menjaga sisa kuota yang ada cukup hingga akhir tahun,” jelasnya.

Katanya, terkait terjadinya kelangkaan LPG 3 kg di Riau dan sejumlah daerah daerah di Indonesia .”Sebenarnya, akar masalah ada di APBN-P 2017,dimana kuota untuk subsidi LPG 3 kg  dipangkas 13 % ,  akibat pelemahan nilai tukar rupiah dan naiknya harga minyak mentah dunia,” . Ujar beliau beberapa waktu lalu. Rabu (1/11/2017).
 Dia menyebutkan, sebenarnya subsidi LPG 3 kg yang ditetapkan pemerintah secara nasional angkanya Rp40 triliun disubsidi APBN.  Dari Rp 40  triliun ini  dikonversikan ke jumlah tabung dengan satuanya metric ton  Karena kurs rupiah yang melemah dan harga minyak mentah  mulai merangkak naik. sehingga konversi subsidi yang Rp 40 T itu  hanya bisa mencukupi LPG sebesar 6,2 juta metric ton secara nasional Padahal tambah beliau,di awal tahun 2017 ini,kuota nya  ditetapkan7 juta metric ton.artinya ada 800 metric ton yang terpangkas di sini.
Pertamina, hingga Juni 2017 kemarin telah menyalurkan  3,4  juta metric ton.   Sebenar nya  kalau kuotanya tetap 7 juta metric ton, harusnya sampai akhir tahun cukup,. Akan tetapi Sekarang tiba-tiba setelah dikonversi dengan harga terbaru mengikuti kurs dan harga minyak mentah, menjadi 6,2 juta metric ton. Artinya ada kuota yang harus dijaga selama tiga bulan ke depan.”Apalagi untuk Provinsi Riau sisanya tinggal  32,6 ribu metric ton, padahal rata-rata bulanan sekitar 11 ribuan metric ton.artinya ini yang akan kita jaga terus sampai akhir tahun, sehingga pada perayaan Natal dan Tahun Baru tidak terjadi kekurangan,” Demikian ungkap beliau.
Kepala Dinas Perdagangan Kota Dumai , Zulkarnain.SH.saat ditemui wasiatriau.com diruang kerjanya, membenarkan  terjadinya kelangkaan LPG 3 kg, beberapa saat yang lalu, itu akibat adanya pemangkasan kuota subsidi LPG 3 kg sekitar 13 %  di APBN -P 2017. Katanya.
Lanjutnya lagi,namun beliau tetap menjaga kondisi