Kuasa Hukum PT.EMI Klarifikasi Bendera Dalam Areal Perusahaan


Wasiatriau.com -Penasehat Hukum PT.EMI Novee Albert Gultom SH,  Remot Sidauruk SH,  mengklarifikasi berita beberapa hari yang lalu,  terkait ada bendera tidak dikenal warga didalam areal Perusahaan itu.

Klarifikasi yang dilakukan kedua Penasehat Hukum pelaksana pekerjaan penimbunan untuk menjelaskan permasalahan bendera tersebut.

 Dikutip dari era Riau.com terkait Klarifikasi “Itu bukan bendera melainkan umbulumbul dimana umbul-umbul tersebut diletakkan di lokasi berkaitan dengan kepercayaan Owner Perusahaan untuk menghilangkan kesialan di lokasi penimbunan tanah,” ungkap Penasehat Hukum PT.Envitec Multi Indonesia. Kamis (09/11).
Tambahnya lagi, “Kemudian permasalahan Plang, berhubung karena  tidak melakukan pembangunan, pada dasarnya tidak ada melakukan pembangunan karena sifatnya masih penimbunan lahan agar lahan terlihat lebih bersih dan kelihatan di urus pemilik. Yang pasti jikapun ada keresahan masyarakaat Dumai terhadap umbul-umbul tersebut tidak perlu di khawatirkan dan tidak perlu dibesar-besarkan,  sebab ini murni merupakan masalah kepercayaan.” terangnya.
Lanjutnya, ” Dan yang perlu digaris bawahi Umbul-umbul tersebut bukanlahmerupakan bendera negara asing ataupun bendera perusahaan-perusahaan yang keterkaitan dengan perusahaan negara asing seperti yang tertulis disalah satu media online sebelumnya.”. Tegas Kedua Penasehat Hukum ini.
Kemudian kedua Penasehat Hukum ini menjelaskan juga permasalahan izin proyek penimbunan tersebut.
“Bahwa dari pihak perusahaan telah mengurus izin kepada instansi terkait DPMPTSP Dumai untuk menimbun lahan tersebut,” pungkas Novee Albert Gultom SH dan Remot Sidauruk SH selaku Penasehat Hukum PT.Envitec Multi Indonesia.
Ditempat terpisah,salah satu warga Dumai Ir M Hasbi,menyikapi Klarifikasi Penasehat Hukum PT.EMI dengan positif.  Sehingga informasinya yang diterima warga menjadi terang Benderang. Ujarnya
Masih ucapan Hasbi lagi menambahkan,ini dapat dijadikan contoh bagi perusahaan lain yang ada di kota Dumai, karena cepat merespon tanggapan dari warga setempat sehingga tidak menimbulkan kecurigaan warga yang akan berdampak menimbulkan persoalan baru. Demikian ujar Hasbi. (aba).