Panglimo Gedang : Usut Perusahaan Perambah Hutan Riau


20150904-Kebakaran-Hutan-Riau

Wasiatriau.com, – Terkait Hutan Riau sudah berubah jadi kebun sawit. Sontak beberapa tokoh Riau angkat bicara. Pasalnya hampir sejuta Ha hutan Riau dibabat oknum yang tidak bertanggung jawab berganti dengan kebun sawit.

H. Gedang, Panglimo Laskar  Hulu Balang Melayu Riau Rumpun Melayu Bersatu dan didampingi Ir M Hasbi, menyerukan kepada Instansi terkait, agar perambahan hutan Riau itu harus diusut tuntas. Ujar Panglimo organisasi penjaga negeri itu.

Begitu juga Ir M Hasbi saat mendampingi Panglimo H. Gedang Laskar hulubalang melayu Riau Kota Dumai kota Darussalam, mendesak Gubernur Riau, Kapolda, DPRD Provinsi Riau dan DPD – DPR RI Dapil Riau serta Bupati /Walikota yang ada di Riau ini agar membentuk tim pencari fakta untuk mendata ulang  Hutan Riau yang telah di rambah dan  saat ini sudah menjadi kebun sawit ilegal. Ujarnya.

Jika ada kebun sawit yang dikelola oleh perusahaan tapi tidak ada izinya, itu jelas merugikan negara karena tidak membayar pajak serta bisa juga secara tidak langsung dianggap penyerobot hutan rakyat Riau.

Katanya lagi, kami atas nama masyarakat Riau yang tergabung dalam organisasi Laskar hulubalang melayu Riau KotaDumai kota Darussalam, sebagai pagar menjaga Marwah Negeri, siap berpartisipasi  untuk mencurahkan dengan sepenuh tenaga dan pikiran berkontribusi jasa bakti kami pada negeri lancang kuning yang kami cintai ini.

Lanjut beliau lagi, kami atas nama rakyat Riau tidak rela hutan Riau ini diserobot oleh oknum yang tidak bertanggung jawab,demi untuk memperkayakan kepentingan pribadi dan kelompok tapi merugikan Rakyat  Riau dan Negara Republik Indonesia.

Hasbi mengatakan,  beberapa perusahaan diindikasikan melawan hukum, terutama yang memiliki perkebunan sawit dan hutan tanaman industri,  yang dikuasai oleh  para penguasa siraja hutan itu,  baik Indah Kiat, RAPP,PT.Ivo Mas Tunggal .group Sinar Mas dan lainnya,  mempunyai aset permodalan diluar negeri dan dalam negeri, membabat hutan riau.Termasuk pabrik PKS dan CPO yang ada di Propinsi Riau ini menampung hasil tanaman sawit ilegal karena hasil cpo dan pabrik PKS ada yang dibangun dilahan ilegal.

Beliau berharap kepada pemerintah untuk mengusut tuntas bagi Perambah Hutan Negara itu, inilah saatnya negara hadir untuk menindak tegas pelaku perambahan hutan. Demikian ungkap beliau mengakhiri. (aba) ***