Warga Palestina Tikam Tentara Israel di Yerusalem
Wasiatriau.com Presiden Amerika Serikat, Donald Trump  beberapa hari lalu membuat pernyataan bahwa Yerusalem merupakan wilayah Israel  dan ia  akan memindahkan keduaan Amerika itu ke daerah Yerusalem. Sontak menuai kecaman  dari masyarakat internasional.
Sementara situasi dijalur gaza semakin memanas,masyarakat palestina sejak hari pertama turun kejalan menentang keras Pernyataan presiden Amerika itu. selama beberapa hari ini ratusan warga Palestina terluka terkena peluru karet dan peluru asli yang ditembak pihak keamanan Israil.
Dalam waktu bersamaan warga Palestina menikam seorang tentara keamanan Israel hingga luka parah di Yerusalem. Kepolisian Israel menyebut insiden sebagai serangan teroris, terjadi saat maraknya  gelombang protes terhadap keputusan Amerika Serikat (AS) soal Yerusalem.

Seperti dilansir AFP dan Reuters, Senin (11/12/2017), dalam insiden yang terjadi pada Minggu (10/12) waktu setempat ini, informasi yang dapat diterima, pelaku tiba-tiba menikam tentara keamanan Israel saat berjalan mendekati alat pendeteksi logam yang disiagakan digerbang masuk terminal bus Yerusalem.

Akibat kejadian tersebut, Pelaku langsung ditahan oleh otoritas Israel setelah seorang pejalan kaki melumpuhkannya. Kepolisian Israel mengidentifikasi pelaku merupakan warga Palestina berusia sekitar 24 tahun yang berasal dari Tepi Barat.

Juru bicara Kepolisian Israel, Micky Rosenfeld, menyebut tentara Israel yang menjadi korban kini tengah menjalani perawatan medis di rumah sakit setempat dalam kondisi kritis. Identitas tentara Israel yang diserang tidak dirilis ke publik, hanya disebut tentara itu berusia 25 tahun.

Otoritas medis menyebut tentara Israel itu mengalami luka tusukan pada tubuh bagian atas. Sedangkan  pelaku  disebut juga mengalami cedera di kepala saat ditangkap, namun tidak diketahui lebih lanjut kondisinya.

Dalam postingan via Twitter, Rosenfeld menyebut insiden penikaman ini sebagai ‘serangan teroris’.

Serangan ini terjadi saat maraknya unjuk rasa di wilayah Tepi Barat dan Gaza untuk memprotes atas keputusan kontroversial Presiden AS Donald Trump bahwa beliau mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel.

Sementara Dua demonstran Palestina tewas dalam bentrokan dengan tentara Israel di perbatasan Gaza dengan Israel pada Jumat (8/12) lalu. Dua warga Palestina lainnya, yang diklaim Hamas sebagai anggotanya,tewas dalam serangan udara militer Israel ke Gaza. Serangan udara itu merupakan balasan atas rentetan serangan roket dari Gaza ke wilayah Israel yang ditembakkan setelah Trump mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel.

Pada Minggu (10/12/17) waktu setempat, bentrokan pecah di kamp pengungsi Al-Arroub yang ada di Tepi Barat. Dan Pejabat Kementerian Kesehatan Palestina mengata kan sedikitnya satu orang warga Palestina mengalami luka-luka akibat terkena peluru karet yang ditembakkan tentara keamanan Israel.

Sejumlah pejabat kesehatan Palestina menyatakan lebih dari 1.100 orang luka-luka dalam unjuk rasa di Gaza, Yerusalem Timur dan Tepi Barat sejak Kamis (7/12) hingga Sabtu (9/12). Dimana Mereka yang  mengalami luka-luka kebanyakan terkena gas air mata, peluru karet dan serta peluru sungguhan.

Sementara Mentri Negara Arab menentang keras terkait pernyataan Donald Trump itu karena hal itu terkesan menentang resolusi PBB. (aba)*