Apes Memang, Saat Suasana MTQ Terjaring Razia


 

Wasiatriau.com- Pemerintah kota dumai terkesan konsisten melakukan penertiban tempat hiburan malam selama helat MTQ XXXVI tingkat provinsi Riau di kota Dumai tahun 2017 saat ini sedang berlangsung.

Hal itu terpantau saat tim yustisi melaku kan razia tempat hiburan malam disekitar kelurahan bukit Nenas Kecamatan Bukit Kapur.

Ada warung remang-remang yang masih beroperasi saat jadwal  helat MTQ sedang berlangsung,  diduga tempat itu berkedok sebagai rumah makan untuk  mengelabui petugas. di warung itu lah petugas dari tim yustisi mengamankan empat orang wanita penghibur untuk didata, selain itu juga dua orang pria paruh baya ikut  terjaring sama saat razia yang dilakukan oleh tim Yustisi.

Sebelumnya,  Pemerintah kota Dumai telah mengeluarkan surat edaran kepada seluruh pengusaha hiburan malam tanpa terkecuali untuk dapat menutup sementara usaha mereka selama perhelatan akbar MTQ ke-36 tingkat provinsi berlangsung, mulai dari tanggal 7 hingga 16 Desember mendatang. Tetapi ternyata masih saja ada pengusaha tempat hiburan malam yang membandel dan mereka Secara bersembunyi membuka usahanya.

Razia tim yustisi tersebut diikuti petugas dari Polsek Bukit Kapur dan didampingi  jajaran Koramil, Lurah dan RT serta  Tokoh masyarakat setempat.

Ditempat terpisah, Ketua LSM Wasiat Riau menyayangkan terhadap pengelola tempat hiburan malam yang masih saja membuka usahanya, sementara mereka sebelumnya  sudah diberitahukan berupa surat imbauan Walikota Dumai.

Seharusnya  para pemilik tempat hiburan  malam itu bisa menahan diri selama acara MTQ berlangsung,dengan menutup tempat usaha hiburan  malam, berarti secara tidak langsung mereka sudah ikut berperan serta juga menyukseskan helat Akbar tersebut.

Karena dalam momen ini, ratusan  peserta utusan dari 12 kabupaten /kota se Provinsi Riau telah hadir di kota Dumai, dan sebagai tuan rumah harus menjaga tamu terhormat tersebut, sebab yang datang itu merupakan para juara dan orang  orang terhormat dari daerahnya masing masing. Oleh sebab itu  selama mereka berada dikota Dumai,” kita selaku masyarakat Dumai harus menjaga kota kita agar tetap kondusif, tertib, aman dan terkendali serta terbebas dari penyakit masyarakat. Sehingga kota Dumai tidaklah meninggalkan kesan negatif dimata tamu yang terhormat itu,”. Ujarnya.

Lanjut Beliau lagi,  sekedar mengingatkan kepada koordinator rombongan agar dapat mengawasi anggotanya. Supaya bersabar dan tidak tergoda saat berada diluar, sebab niat awal datang ke kota Dumai bukan mau berwisata tapi untuk mengikuti rombongan helat religius yaitu helat Akbar MTQ tingkat Provinsi Riau. Katanya. (aba)***