Kenangan MTQ XXXVI Provinsi Riau di Dumai Tahun 2017


Disisi luar, berdasarkan pantauan media di  lokasi acara, ratusan baleho serta spanduk kepala daerah kabupaten kota  didampingi para Pejabatnya berjejer disepanjang jalan Soebrantas hingga bundaran, di areal jalan Sudirman serta beberapa titik disudut kota, ada juga yang dipajang dihotel,penginapan dan perusahan BUMN, swasta dan instansi Pemko dan Vertikal.dengan tema sebagai moto yang berbeda beda namun tulisanya bernuansakan islami.
Pemerintah juga konsisten menjaga agar kota Dumai tetap kondusif, nyaman, aman dan terkendali buat tamu tamu  terhormat yang datang, dilihat dari kegiatan tutup nya tempat hiburan malam selama MTQ XXXVI tingkat provinsi Riau berlangsung.
Keberhasilan helat MTQ tidak terlepas dari peran serta walikota Dumai, Zulkifli As  dan panitia,membuat rapat rutin menjelang hari min H helat MTQ itu, juga melibatkan  OPD pemko Dumai dan pemerintah provinsi riau meskipun dengan anggaran yang terbatas mereka tetap bekerja keras dan berhempas pulas, siang malam,merencanakan, menata skema pembangunan fisik Astaka dan area stand, lokasi acara 7 perlombaan dan serta menyiapkan akomodasi peserta acara.
Dihari pembukaan, helat Akbar itu diawali dengan pawai Takruf, berbabagai atraksi ditampilkan rombongan kafilah, kabupaten Rohul menampilkan drum band melibatkan Satpol PP, Rohil tampilkan kekayaan ikan sementara dari Siak menampilkan budaya yang terkenal dengan negeri para raja, raja dan begitu juga dengan kontingen daerah lainya, potensi budaya daerah merupakan khazanah Budaya nasional.
Sementara dihari pertama helat akbar MTQ XXXVI  itu dimulai acara perlombaan tujuh cabang, di areal bukit gelanggan diadakan pertandingan musabakhah Tilawatil Qur’an golongan anak anak, remaja dan dewasa, memang pandangan para pengunjung saat itu tertuju pada satu titik dibukit gelanggan  karena itu  merupakan acara pokok dalam helat tersebut,  apalagi diarea itu  dibangun fasilitas seremonial yang indah dan megah, lokasi stand dan pusat jajanan UKM.
Tidak ada gading yang tak retak,tidak ada sungai yang tak bersampah, tidak ada ruas yang tak bertingkat,  bunyi pepatah melayu yang tak lekang dek hujan,dan tak lapukdek panas, sekecil apapun acara yang dibuat tentu ada saja kurangnya, Begitu juga yang dialami saat helat mtq sedang berlangsung namun dengan kesigapan panitia, sehingga kendala dan serta  kelemahan saat itu bisa secepatnya diatasi oleh panitia.
Gubernur Riau, H. Arsyadjuliandi Rahman mengatakan dalam acara pembukaan MTQ Sabtu, (9/23) Iven ini menjadi Iven tahunan setiap acara selalu dipadati pengunjung. Hal itu secara tidak langsung momentum itu dapat dijadikan potensi wisata religius dan budaya.(aba)****