Tun Hassan Anugrahi Temenggung Pada Bupati Bengkalis

Bupati Amril Dapat Anugerah Temenggong Tun Hassan dari Presiden DMDIWasiatriau.com –  Bupati Bengkalis, Amril Mukminin ternyata telah sungguh sungguh membuktikan komitmen beliau peduli pada rakyat serta daerah kabupaten  Bengkalis yang dituangkan dalam  program program pengentasan kemiskinan,serta pelestarian nilai budaya Melayu secara sistimatis dan menjalankan program Dunia Melayu Dunia Islam (DMDI).

Keseriusan Amril Mukminin itu akhirnya telah membuahkan hasil, beliau mendapat  aspresiasi dan menerima sebuah anugerah Temenggung Tun Hassan  dari  Presiden DMDI Senator Tan Sri H.Muhammad Ali Bin Muhammad Rustam. Anugerah itu sebagai bentuk apresiasi nya kepada kepala daerah yang dinilai peduli dalam hal  mendukung program DMDI.

Anugerah Temenggong TunHasan tersebut diserahkan Ketua LAMR Riau Bengkalis, T. Zainuddin Yusuf, sesaat sebelum Bupati Amril Mukminin  memimpin rapat evaluasi di ruang rapat lantai  dua di kantor Bupati Bengkalis Senin malam (12/12).

Salah satu kriteria dalam menobatkan itu, Bupati Amril menyandang gelar Anugerah Temenggong Tun Hasan, karena selama ini dinilai peduli  serta  membantu kelancaran program DMDI  di Kabupaten Bengkalis tidak sampai disitu, Pemkab Bengkalis juga telah banyak melaksanakan berbagai jenis program sosial, seperti bantuan kepada masyarakat yang  kurang mampu, program rumah layak huni, program pengembangan dan pelestarian budaya Melayu.

Menurut Bupati Amril, anugerah dari DMDI yang diterimanya itu merupakan anugerah untuk seluruh masyarakat Kabupaten Bengkalis. Sebab Keterlibatan masyarakat berperan merupakan aspek penting dalam menunjang kelancaran dari sebuah target pembangunan suatu daerah, dan sehingga menuju kemajuan dan serta kesejahteraan masyarakat yang diharapkan tercapai.

Anugerah yang diterima tersebut menjadi sebuah motivasi guna untuk memajukan pembangunan aspek sosial dan budaya serta peningkatan SDM. Untuk itu, katanya lagi, kami mengajak seluruh masyarakat di NegeriJunjungan untukterus berperan aktif dan mendukung program pembangunan yang sedang dan akan dilaksanakan,” ujar Bupati Bengkalis Amril Mukminin dengan penuh harapan keterlibatan semua pihak.

Berdasarkan pantauan wasiatriau.com di Bengkalis, rekam jejak bengkalis dulunya disebut kota pendidikan, namun seiring dengan waktu, akibat retorika politik dalam negeri selalu berubah ubah, akhirnya nama yang pernah jaya,  mengharumkan negeri  itu hilang ditelan waktu.

  1. Untuk mengembalikan nama yang pernah terukir diKabupaten bengkalis itu, Bupati Bengkalis, Amril Mukminin memiliki tekad membuat terobosan baru melalui visi, misi beliau, memang itu suatu tugas yang amat berat,  namun jika program tersebut dapat dukungan  moriel maupun spiritual  semua pihak pemangku kepentingan daerah serta  masyarakat bengkalis itu sendiri,bukan tak  mungkin menjadikan pusat pendidikan dan budaya Melayu akan terwujud dinegeri itu, karena bengkalis negeri melayu, berbudaya Melayu identik dengan Islam. (aba)***