Usman Bin Affan Pebisnis Ulung, Dapat Jadikan Soko Guru Zaman Now


Wasiatriau.com – Bisnis Orang orang Islam ternyata lebih ampuh dan dapat dijadikan contoh, Kenapa tidak, karena orang Islam saat itu, motivasi bisnis mereka bukan saja untuk kepentingan duniawi dan sesaat,tapi prospek jangka panjang dan bernilai amal Jahiriyah dan universal.

Pola bisnis Islam telah mereka praktekkan 1400 tahun silam di Madinah. tidak terlalu jauh dari Masjid Nabawi, disitu ada sebuah properti sebidang tanah dengan sumur yg  tidak pernah kering sepanjang tahun.sumur itu dikenal dengan nama: ” Sumur Ruma ” (The Well of Ruma),karena dimiliki seorang Yahudi bernama Ruma.

Sang Yahudi menjual air kepada penduduk Madinah dan setiap hari orang antri untuk membeli airnya.dan diwaktu-waktu tertentu sang Yahudi menaikkan seenaknya harga airnya.Rakyat Medinah pun terpaksa harus tetap membelinya. Karena hanya sumur ini sajalah yang tidak pernah kering.

Melihat kenyataan itu,  Rasulullah berkata: “Kalau ada yang bisa membeli sumur ini, balasannya adalah Surga,” Kata Rasulullah mendengar titah  Baginda Rasulullah SAW, lalu salah seorang sahabat Nabi bernama Usman bin Affan mendekati sang Yahudi. Sahabat Nabi menawarkan untuk membeli sumurnya.tentu saja Ruma sang Yahudi itu menolak.karena itu adalah bisnisnya dan ia mendapat banyak uang dari bisnis tersebut

Tetapi Usman bukan hanya  pebisnis yang sukses kaya raya, tetapi ia juga negosiator ulung. Ia bilang kepada Ruma: “Aku akan membeli setengah dari sumurmu dengan harga yang pantas,  jadi kita bergantian menjual air, hari ini kamu, besok saya”. kata Usman.

Melalui negosiasi yang sangat ketat,  akhir nya sang Yahudi pemilik sumur itupun mau menjual sumurnya senilai1 juta Dirham dan memberikan hak pemasaran 50% kepada Usman bin Affan.

Apa yang terjadi setelahnya saham dijual, membuat sang Yahudi merasa keki.karena taktik Bisnis yang dilakukan Usman secara islami itu. Ternyata Usman menggratiskan air tersebut kepada semua penduduk yang ada di Madinah. Pendudukpun mengambil air sepuas puasnya,pada keesokan harinya penduduk Madinah tidakperlu lagi membeli air dari Ruma sang Yahudi tersebut. Begitu lah yang terjadi setiap hari.  Merasa bisnis sang Yahudi makin hari omsetnya semakin menuru,akhirnya Ruma menyerah, meminta kepada Usman untuk membeli semua aset kepemilikan sumur dan tanahnya. Peluang itu langsung direspon oleh Usman,akhirnya beliau membayar seluruh aset sang Yahudi itu dengan harga yang telah disepakati sebelumnya.

Mulai hari pembelian aset Yahudi,  Sampai sekarang,sumur itu langsung bergati nama dan  dikenal dengan nama “Sumur Usman” atau “The Well of Usman.” Area Tanah luas di sekitar sumur itupun menjadi areal lahan kebun kurma,  kebun kurma itu  disiram air juga bersumber dari sumur milik Usman itu Akhirnya Kebun kurma itu sampai  saat ini dikelola oleh  badan wakaf pemerintahan Saudi arabia.lalu hasil produksi Kurma saat ini di eksport keberbagai negara di Dunia,  hasil produksi dihibahkan untuk yatim piatu dan untuk biaya pendidikan.

Aset sahabat Nabi Muhammad Saw,Usman bin Affan itu semakin berkembang sampai saat ini, Sebagian dikembangkan menjadi hotel dan proyek proyek lainnya, sebagian lagi dimasukkan kembali kepada sebuah rekening tertua didunia atas nama Usman bin Affan. Hasil kelolaan kebun kurma dan grupnya yang saat ini menghasilkan 50 juta Riyal pertahun. ( 200 Milyar pertahun).

Strategis bisnis yang telah dicontohkan itu sebagai Kecil dari cara berbisnis ala islami.
dan Sang Yahudi tidak akan penah menang Kenapa tidak,sebab visinya terlalu dangkal  mereka hanya hidup untuk masa kini, masa ia ada di dunia. Sedangkan visi dari Usman Bin Affan adalah jauh kedepan. Visi bisnis beliau jauh kedepan,tidak pernah putus dan berhenti, beliau berkorban untuk menolong manusia lain yang membutuhkan, menatap sebuah visi besar yang dikenal dalam islam
yang disebut” Shadaqatun Jariyah,sedekah berkelanjutan”Sebuah shadaqah yang tidak pernah berhenti, pahalanya tetap mengalir  sampai  pada saat manusia itu sudah mati.

Inilah salah satu cara  memajukan Islam  secara cerdas dan barokah dunia akherat. Bukan dengan  “memusuhi” Yahudi, tetapi “mengalahkan” dengan negosiasi dan cara yg terhormat.

Pesan Nabi Muhammad SAW kekasih Allah SWT,junjungan semesta alam pada Ummat nya, merupakan petunjuk sunatullah dalam kehidupan sehari hari, Rasulullah bersabda :”Barang siapa yang menyampaikan 1 ilmu saja dan ada orang yang mengamalkanya, maka walaupun yangmenyampaikan sudah sudah tiada (meninggal dunia), dia akan tetap memperoleh pahala.” (HR. Al-Bukhari) (aba)***