Tahun 2018, Tantangan Disruption Pemain Bisnis Lama


Wasiatriau.com-Masih terasa hingar bingar disaat sebagian masyarakat belahan  dunia merayakan acara pisah sambut tahun baru 2017 – 2018.Tentu banyak kenangan  suka  duka dilalui bersama tahun 2017. Namun kegembiraan sesaat itu tidak berlangsung lama, pasalnya ditahun baru ini banyak liku liku yang harus dihadapi,  terutama Pelaku  usaha lama incomeben.pasalnya disruptive market sedang menunggu didepan mata.

Berdasarkan perkembangan transpormasi, tahun 2018 ini tidak mudah. Terutama bagi pelaku bisnis, kehadiran lawan-lawan yang tidak terlihat (Silent Competitor) langsung menerebos konsumen,  tanpa melalui jalur konvensional  (conventional distribution channel), tetapi melalui akse online.

Seperti disaat ini, Smart phone jalur digital online, memungkinkan produk menerebos langsung dihadapan customer,  berbiaya murah (lebih efisien) dan tidak terlihat oleh pesaing.

Tantangan Disruption tersebut memang tidak terelakkan oleh produk industri lama,  bagi para incumbent yang tak mau berubah langsung kena dampak.

Jaringan   On – line telah membuat semua produk kehilangan jarak, dunia tanpa jarak, tanpa perantara manusia, antara  produsen dan konsumen semakin dekat, barang dari luar negeri pun bisa menyelinap hadir di tangan kita dengan mudah.

Inilah market baru (disruptive market)yang lebih efisien,sederhana dantentunya murah biaya distribusi atau marketing lebih efisien

Disruption tersebut  juga berdampak pada retail besar terutama pada incumben,harus menata  kembali strategi marketing. Sementara lajunya arus transpormasi saat ini Regulator atau pemerintah merasa ragu dan bingung bersikap, mau membiarkan ini terjadi dan atau memproteksi pemain lama semua jadi serba salah, karena disruption tersebut memang tak terelakkan.

Pemain lama (incumbent) bingung karena perubahan yang begitu cepat, bahkan sulit merespon karena terbelit persolan internal yang tidak mau berubah (Giant Sleep).

Khusus bagi kalangan business,kendatipun bukan hanya disruption (perubahan yang mengganggu) tetapi Tahun 2018 tersebut akan membawa busines seperti roller coaster (naik turun atau volatility) yang tajam.

Sementara saat menghadapi masa liburan Lebaran ditambah rangkaian event – event yang akan memancing market slow down.

 

Apalagi ditambah liburan bersama Lebaran tanggal 14 sampai dengan 20 Juni 2018, yang kemudian dilanjutkan dengan( BBN ) Bulan Begadang National, karena disaat itu FIFA World Cup yang berlangung mulai  14 Juni sampai dengan 15 Juli 2018,  sebulan penuh ivent bola itu yang disiarkan melalui canel  siaran bola.

Sementara PILKADA Serentak di 171 kota/ daerah di Indonesia pada tanggal 27 Juni 2018.drama kampanye antar partai yang akan menghangatkan suasana, khususnya di sosial media dan news online.

Selesai Pilkada dan Piala Dunia Sepak Bola kembali di sambut oleh event Asia terbesar yaitu Asian Games ke -18 pada tanggal 27 Agustus sampai dengan 3 September 2018

Pada bulan Oktober ,jadwal sidang IMF and World Bank di Bali 8-14 Oktober,  dibarengi dengan Date Line Brexit ( UK akan keluar dari UE) dan secara kasat mata  diprediksi hal itu akan berpengaruh terhadap situasi moneter Indonesia.

November dan Desember 2018 mulai semakin panas suhunya dengan gembar-gembor Capres dan Cawapres dan serta persiapan PILPRES 2019. akan kembali terjadi perang kampanye (termasuk Black Campaign), dan lainnya.

Di tahun 2018, ada hal lain yaitu agenda-agenda dibidang ekonomi dan politik Nasional/Internasional yang akan berimbas pada ekonomi dan pasar nasional, baik secara langsung ataupun tidak langsung.

Bagaimana menghadapi kondisi semua ini agar tetap stabil. Sementara Motivasi saja Tidak Akan Cukup.yang dibutuhkan adalah Transformasi.

Jangan menyangkal bahwa dunia sedang dan terus berubah menuju tantangan yang semakin besar dan berat.Stabilitas adalah mitos,  harus belajar nyaman berhadapan dengan situasi situasi yang tidak pasti dan turbulensi perubahan.(Denise Waitley)

Perubahan Mindset dimulai dari diri person sebagai karyawan maupun pelaku bisnism serta Milikilah ” Growth Mindset,” pemikiran yang berkembang, berani berinovasi, selalu belajar serta menyadari,mau meninggalkan cara lama yang tidak efektif lagi (Iteration). Dua kata yang penting adalah be Creative and Innovative (Disruption).

Untuk menghadapi kondisi tersebut harus menyikapi lebih dewasa serta  tidak terlalu berlebihan, kenapa tidak, sebab  manusia adalah makhluk yang paling adaptif, karena dalam situasi apapun itu, selalu punya cara tersendiri mengatasinya. (aba)***