Hardianto Hadiri Pembetukan Tim Relawan Riau Bangkit Kota Dumai

Tatap Muka Kader

 

Wasiatriau.com – Pasangan calon wakil Gubenur riau nomor urut dua Hardianto menghadiri pertemuan kader,Minggu (25/02) siang diKelakap tujuh.

Pertemuan kader untuk membentuk Tim relawan Riau Bangkit kotaDumai kata Amir,pembentukan tim relawan direncanakan sampai ketingkat yang paling bawah, tingka kelurahan. Ujar bapak paruh baya itu.

Dilain sisi masih berita yang sama, Kedatangan calon wakil Gubernur Riau beserta rombongan dan Kader Partai Gerindra kota Dumai langsung disambut hangat oleh warga Dumai yang hadir dalam acara pertemuan tersebut.

Disela sela kata sambutan, Hardianto mengatakan, dari keempat pasangan  calon Gubernur dan wakil Gubernur Riau yang tidak punya APBD hanya Paslon nomor dua. Karena katanya bukan kepala daerah tapi mantan anggota dewan.

Sementara Paslon yang kalah bisa kembali menjabat kepala daerah. karena calon tersebut saat kampanye mengambil izin Citi, berbeda dengan beliau berdua, karena disaat mereka mencalonkan diri,sudah mengajukan surat pengunduran diri dari jabatan Anggota DPR dan DPRD propinsi.

Sebenarnya beliau diundang diacara tersebut dalam rangka temu kader. Berdasarkan pantauan dilokasi acara undangan yang hadir saat itu adalah kader koalisi parpol pendukung.

Beliau menambahkan, Kota Dumai merupakan salah satu daerah yang menjadi perhatian, karena sering dilanda banjir air pasang naik, jika dulu saat beliau masih Kecil pasang naik setahun sekali, katanya istilah orang Dumai, disebut pasang Keling. sekarang air laut kedarat hampir tiap bulan. Terang tokoh anak muda asal  Dumai itu.

“Jika kami dipercayakan masyarakat Dumai  menjadi gubernur dan wakil Gubernur Riau,maka kita akan turun kan Tim ahli geologi melihat kondisi tanah Dumai ini.akan ditinjau ulang apa penyebabnya sehingga banjir air pasang hampir setiap bulan terjadi. Papar Hardianto

Sementara katanya menambahkan, banjir rob yang sering melanda kota Dumai itu jelas penyebabnya, akibat hutan gundul, draenase dan kurang nya sarana fisik bangunan kolam dan atau embung serapan air hujan. Ujar Wakil Gubernur nomor urut Dua itu mengakhiri. (aba)***