BNN Ungkap Pencucian Uang Hasil Narkoba Rp 6.4 T


wasiatriau.com – Hasil pengungkapan Badan Narkotika Nasional(BNN)dari benang merah anasir internasional, sungguh mencengangkan. Kenapa tidak, sebab dugaan transaksi mencurigakan sebesar Rp.4 T.

Kejahatan narkotika serta Tindak pidana pencucian uang (TPPU) saling bersergis, hal tersebut berawal dari tentang dugaan transaksi mencuriga kan sebesar ± Rp 6,4 triliun yang bersumber dari kasus narkotika jaringan Togiman, Haryanto Candra dkk, maka BNN mengamankan HR, pada 12 Februari 2018, DY pada 13 Februari dan FH pada 14 Februari di tempat yang berbeda di Jakarta.

Dari hasil pemeriksaan terhadap DY, beliau diketahui memiliki sedikitnya 6 perusahaan fiktif yang digunakanya untuk transaksi keuangan dari beberapa bandar narkotika. DY menggunakan beberapa rekening atas nama karyawannya yang dibuat di bank dalam dan  bank luar Negeri.

Dalam periode tahun 2014-2016, PT PSS (salah satu perusahaan fiktif milik DY) mengirimkan dana ke luar negeri sebesar + Rp. 6,4 triliun dengan 2.136 invoice fiktif. Adapun pengiriman dana tersebut melalui sejumlah bank.

Dari tersangka DY, HR dan FH, petugas menyita, 3 unit apartemen, 6 unit ruko, 1 unit rumah, 3 unit mobil, 2 unit toko, Sebidang tanah di kawasan Jakarta Selatan dan uang tunai ± Rp 1,65 Miliar.

Total perkiraan sementara aset di atas bernilai ± Rp 65, 96 Miliar. Atas perbuatan ketiga tersangka di atas dikenakan pasal 137 UU No.35 Tahun 2009 Tentang Narkotika dan Pasal 3,4 dan 5 UU No.8 Tahun 2010 Tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang.

Disamping itu, Selain kasus di atas, BNN juga telah berhasil Mengungkap Aset Napi Bandar Narkoba di Lapas,dengan menyita aset T, seorang napi bandar narkoba yang telah mendekam diLapas Kalimantan Barat berupa uang tunai sebanyak Rp 2,35 Miliar dan satu unit mobip. (aba)***