Para Habaib dan Ulama Berhimpun Pepat Hadiri Haul Akbar Kesultanan Siak


wasiatriau.com – Ratusan para Habaib dan ulama berhimpun pepat saat menghadiri acara Sempena haul Akbar Kesultanan siak,hari Sabtu malam ( 21/04)di lapangan depan istana kerajaan Siak.

” Siak bersholawat dalam rangka haul Akbar Kesultanan Siak bersama para Habaib dan ulama”

Para Habaib dan ulama datang dari berbagai daerah kabupaten/kota provinsi se Indonesia malah ada juga utusan para Habaib itu datang dari negara tetangga Malaysia, Singapura dan berunai.

Para Habaib tersebut memiliki silsilah garis Zuriat keturunan langsung dari Rasulullah Saw. Berdasarkan informasi bahwa Zuriat keturunan Muhammad Saw tersebut memiliki beberapa Fam seperti fam Alatas dan fam Assegaf serta beberapa Fam lainya.

Turut hadir juga para habaib dan ulama yang cukup dihormati seperti Habib Anis Syahab, habib Muchsin Alatas, Habib Mustofa Al Hamid, Habib Alidin Assegaf dan Tuangku Muhammad Hanafi Arabbani.

Plt Bupati kabupaten Siak Alfedri OPD Siak tokoh ulama dan tokoh masyarakat serta ratusan warga masyarakat siak Tutut hadir saat helat haul Akbar tersebut.

Dalam prosesi haul kesultanan Siak diisi berbagai untaian acara seni islami badrah dan sholawat nabi.

Nyanyian badra diiringi gendang membuat penonton terpukau mendengarnya, Tampa disadari tubuh para undangan yang hadir bergoyang goyang kecil sambil mengikuti irama gendang irama bernuansa islami tersebut.

Untaian acara yang dipandu oleh panitia tersebut, setelah tausiyah dan pembacaan doa dan diakhiri dengan menyanyikan lagu Indonesia raya.

Ditempat terpisah,masih berita yang sama, meskipun mereka datang dari berbagai daerah, tapi mereka terlihat kompak dan akrab, seperti melaksakanakan pengamanan prosesi adat serta melayani kebutuhan konsumsi undangan yang hadir.

Disela sela acara berlangsung ada beberapa Habaib berbincang bincang mesra karena mungkin sudah lama tidak berjumpa dan ada juga yang bersembang kecil menanyakan kabar keluarga.

Meskipun malam sudah larut namun mereka semakin asik bersembang, Sesekali terdengar suara tawa riang memecahkan keheningan malam, hilang rasa kantuk karena suasana menjadi cair.

Menjelang waktu sholat subuh para rombongan Habaib sekali lagi berkumpul di mesjid sultan pas disamping makam Sultan Syarif Kasim,setelah menunaikan sholat fardhu subuh berjemaah para Habaib tersebut langsung melanjutkan acara sholawat nabi (aba)***