Tiga Hari Tenggelam, Korban Ditemukan Mengambang Tidak Pakai Life Jaket

Dermaga Pertamina RU II Dumai Roboh, Jasad Zulkarnain Ditemukan Mengapung Tanpa Life Jacket

Wasiatriau.com.Terkait robohnya Breasting dolphin jetty 5 RU II Dumai – Pakning, Jumat siang ( 01/06) sekitar pukul 15.00 wib yang lalu mengakibatkan 2 orang pekerja morine jatuh kelaut.

Satu orang korban sempat diselamatkan langsung dilarikan kerumah sakit Pertamina untuk menjalani perawatan lebih lanjut sementara satu korban lagi yang bernama Zulkarnain dinyatakan tenggelam.

Tim SAR dan gabungan berjuang keras mencari korban, selama lebih kurang tiga hari, baru pada Minggu pagi sekira pukul 9.15 wib (03/06/2018)akhirnya korban ditemukan sekitar satu mil dari tempat kejadian perkara (TKP) atau tempat korban jatuh.

Korban ditemukan oleh kapten kapal penumpang mutiara mas III dan setelah dipastikan bahwa yang ditemukanya korban yang dicari, kapten kapal itu langsung menghubungi tim Basarnas Pekanbaru untuk segera lakukan evakuasi.

“Jasad pertama kali ditemukan oleh kapten kapal penumpang Mutiara Mas III. Setelah mendapat koordinasi tersebut saya bersama tim lansung terjun kelokasi untuk melakukan evakuasi jenazah. Memang benar jasad Zulkarnain ditemukan dalam kondisi mengapung terlungkup dan sudah agak sedikit membengkak dan tidak terdapat life jacket ditubuhnya,” ujar Leni Tadika kapten kapal Basarnas Pekanbaru itu.

Zulkarnain merupakan korban laka kerja robohnya dermaga Breasting Dolphin (BD) di area jetty 5 Pertamina RU II Dumai. Dia merupakan pekerja PT.Peteka Karya Gapura dinyatakan hilang tengelam jatuh ke dalam laut saat kejadian peristiwa naas itu.

Selanjutnya setelah upaya evakuasi jasad Zulkarnain berjalan lacar, sesuai dengan permintaan dari management Pertamina RU II Dumai. Tim Basarnas Pekanbaru menyerahkan jenazah korban ke pihak pertamina selanjutnya untuk dibawa ke rumah sakit Pertamina Bukit Datuk Kecamatan Dumai Selatan. Guna keperluan selanjutnya.

“Jenazah Zulakarnain telah kita evakuasi dengan kondisi lancer. Sesuai dengan permintaan dari pihak Pertamina RU II Dumai, kita telah serahkan jenazah ke pihak mereka untuk dibawa ke rumah sakit Pertamina, guna proses selanjutnya,” jelas Leni Tadika. (aba)**