Wako Dumai Nyalakan Obor Pestival Colok 27 Likur di Teluk Makmur

Wasiatriau.com- Walikota Dumai Drs,H.Zulkifli As,M.Si hari ini menyalakan oborFestival lampu colok sempena menyambut malam 27 likur Ramadhan 1439 H/2018 M diareal Mesjid Raya Nurussadah, Kelurahan Teluk Makmur, Kecamatan Medang Kampa, Senin (11/06).


Acara festival lampu colok yang ditaja dinas pendidikan dan kebudayaan kota Dumai menjadi Iven tahunan diselenggarakan setiap memasuki akhir bulan Ramadhan tepatnya pada malam tanggal 27 Ramadhan.

Pesta budaya lampu colok selalu disambut antusia warga Dumai. Pasalnya saat dimulai saja obor itu dinyalakan, Masyarakat Kota Dumai dari berbagai lapisan ikut datang ke beberapa titik lokasi peserta colok untuk melihat lihat keindahan kreatifitas seni lampu colok disulap bentuk bangunan mesjid megah dan sebagainya.

Turut hadir dalam acara festival colok, sekretaris Daerah (Sekda) Dumai,Ir.H.M.Nasir,Kepala Dinas Pendidikan dan Kebdayaan Kota Dumai Drs,H.Sya’ari MP, Sekwan Predarson, OPD Pemko Dumai serta Forkompimda serta Camat dan Lurah, Tokoh masyarakat Medang Kampai, Tokoh Agama, sejumlah Pemuda lingkungan dan para undangan.

Walikota DumaiZul As disela sela pidatonya menjelaskan, Lomba lampu colok ini sebagai kegiatan rutin yang diselenggarakan oleh Pemko Dumai melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Dumai yang diadakan pada saat menyambut malam ke 27 ramadhan 1439 H/ 2018 M.

Tambah beliau lagi, ” Lomba lampu colok dilaksanakan untuk melestarikan budaya melayu dan untuk memotivasi pemuda agar menjadi generasi yang kreatif, acara ini juga dapat dijadikan momentum silaturahmi antara Pemerintah dengan Masyarakat Dumai. Ujarnya.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Dumai Drs,H.Sya’ari MP mengatakan, Festival lampu colok tahun ini diikuti 19 peserta dari 7 Kecamatan se Kota Dumai. katanya penilaian dilakukan oleh tim indenpenden, dan lanjutnya lagi Juara I mendapat uang tunai Rp. 6.750.000. Juara II, 5.250.000, dan Juara III akan mendapat Rp 3.000.000,-,”

Ditempat terpisah, masih berita yang sama, Pemuda kelurahan mundam, khususnya RT.05 dengan cara swadaya mereka membangun mesjid lampu colok 27 likur, kata salah satu pemuda mundam, Ahmad mengatakan botol yang digunakan untuk obor lampu colok sekitar 7000 botol. dipasang untuk hiasan menara mesjid dan taman dilokasi serta lampu jalan, dan menghabiskan minyak untuk malam pertama sekitar dua setengah drum dan lampu colok itu menggunakan minyak solar disebabkan minyak tanah harganya mahal. Ujarnya

Keindahan seni bangunan lampu colok yang dibangun mereka memang terlihat asri. pasalnya bentuk struktur, tinggi dan lebar bangunan agak seimbang seperti bangunan asli dan ditambah lagi seni lekuk kemiringan sudut dari bangunan terlihat seakan ada balok beton menopang atap dan kubah bangunan mesjid lampu colok itu, kata Ahmad lagi,bentuk gambar mesjid dirancang salah seorang pemuda mundam.

Berdasarkan pantauan Pemuda mundam memang sudah punya pengalaman dan kreatif, karena mereka pernah membuktikanya pada tahun silam mereka meraih juara.

Terlihat kekompakan pemuda tersebut, bukan saja memasang obor di kerangka bangunan, tapi kekompakan mereka mulai dari pengambilan bahan bangunan kayu dari hutan,dan pemasangan kerangka sampai persis dengan gambar,upaya pencarian dana swadaya secara profesional, dan pemasangan lampu colok serta pengaturan arus lalu lintas.

Sementara arus lalu lintas djalan lintas dumai – pelintung memang cukup padat, sebab ramai warga berdatangan ke lokasi untuk melihat keindahan lampu colok, bukan saja warga setempat tapi ada juga yang sengaja datang dari kota melihat lihat bangunan lampu colok tersebut dan sambil mengabadikan gambar lampu colok tersebut. Kemacetan arus lalu lintas perlahan lahan dapat terurai berkat kesigapan mereka, sehingga pengendara mobil tanki dan bus serta kendaraan lainya dapat dengan tertib melintasi jalan yang sedang padat tersebut. Demikian pantauan dilokasi(aba)