Bupati Ingatkan Warga Agar Berhati hati Dengan Informasi Hoax, Terkait Penerimaan CPNS

Bupati ingatkan warga hati2 informasi Hoax

BENGKALIS – Bupati Bengkalis Amril Mukminin ingatkan warganya untuk hati-hati dengan informasi terkait dengan penerimaan calon pegawai negeri sipil (CPNS) tahun 2018.

Pesan ini disampaikan Bupati Bengkalis ini menyusul beredarnya surat Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Nomor: 190/KEM-RI/VI/2018 tanggal 18 Juni 2018 tentang penerimaan CPNS yang ditandatangani Sekretaris Jenderal Kemendagri Hadi Prabowo.

“Kemarin, Rabu, 4 Juli 2018, kami menerima kawat dari Kemendagri Nomor:800/3940/SJ, yang menjelaskan bahwa surat Nomor 190/KEM-RI/VI/2018 tersebut adalah hoax atau bohong,” jelas Bupati Amril usai pelantikan pejabat administrator dan pejabat pengawas, Kamis, 5 Juli 2018.

Jelas Amril, dalam kawat yang ditandatangani Hadi Prabowo, menjelaskan bahwa surat nomor 190/KEM-RI/VI/2018 tersebut tidak ada dalam arsip persuratan Kemendagri.

Kemendagri pada tahun 2018 tidak pernah menyelenggarakan seleksi dan pembekalan CPNS melalui jalur umum, serta tidak pernah meminta biaya untu kegiatan kepada masyarakat.

Selain menghimbau masyarakat agar tidak mengindahkan surat tersebut. Bupati Amril menegaskan, bila menemukan surat dimaksud, agar menghubungi pihak terkait mengenai kebenaran informasi yang didapatkan.

“Minimal, masyarakat bisa saling kroscek agar tidak menjadi korban oknum yang tidak bertanggungjawab. Kita tidak ingin masyarakat terpedaya dengan iming-iming menjadi CPNS,” ungkap mantan Kepala Desa Muara Basung ini.( rilis Diskominfotik Bks )

Ditempat terpisah, masih berita yang sama, berdasarkan informasi awak media dilapangan, sebelumnya memang ada di beberapa daerah,ditemukan beberapa kasus modus penerimaan calon pegawai negeri sipil, ramai warga yang terperdaya oleh oknum yang tidak bertanggung jawab tersebut, mereka sebagai makelar kononya dekat dengan pejabat pusat dan bisa membantu untuk meluluskan yang ikut CPNS asalkan membayar sejumlah uang yang disepati, oleh karena orang tua berharap anaknya dapat bekerja sebagai ASN dengan jalan pintas,sehingga dengan mudah terperdaya bujuk rayu oknum tersebut.

Tidak sedikit warga yang berhubungan dengan makelar tersebut menjadi korban penipuan, ada yang sampai ratusan juta rupiah namun CPNS yang dijanjikanya tidak kunjung diangkat, malah ada juga kasus penipuan tersebut berujung di pengadilan. (aba)