Najib Razak Ditangkap SPRM, Lembaga Anti Rasuah Malaysia Terkait Korupsi Dana 1MDB 14,1 Triliun


Wasiatriau.com – Dugaan korupsi dana lembaga investasi Negara Malaysia sebesar 64 Triliun yang dituduhkan kepada mantan perdana Menteri Malaysia, Najib Razak, hari ini Rabu pagi ( 04/07) didakwa di pengadilan tinggi Kuala lumpur.

Penangkapan mantan Perdana Penteri Malaysia atas tuduhan korupsi sempat menggegerkan masyarakat Malaysia. Dan malah menjadi sorotan masyarakat dunia.Pasalnya Negara Malaysia salah satu negara dikenal disiplin dan tegas dalam hal penegakan hukum.

Meskipun masyarakat Malaysia sudah lama medapat informasi dugaan korupsi yang dilakukan oleh perdana menteri mereka, namun oleh karena beliau masih menjabat perdana menteri, tidak ada warga yang berani bersuara.

Kasus korupsi IMDB tersebut mulai terbongkar saat Mahathir Muhammad turun gunung ikut pilimihan raya Malaysia. Apalagi disaat kampanye,disinilah awal kasus koruptor Malaysia terkuak Sebab orasi mahathir Muhamad saat kampanye dengan lantang meneriakan membongkar kasus korupsi najib.

Mahathir Mohammad sebagai mantan perdana Mentri Negara Malaysia membentuk partai baru namun untuk melawan penguasa korupsi ternyata tidak bergerak sendiri. Tapi berkoalisi dengan partai mantan rival beliau Anwar Ibrahim yang dipimpin oleh istri Anwar Ibrahim.

Meskipun dimasa pasca dan saat prosesi kampanye berlangsung, Mahathir berserta kawan kawan beliau mendapat tekanan dari penguasa, malah ada juga yang ditangkap. Namun Perjuangan mereka tidak pernah kendur dan luntur. Pernah saat Mahathir Muhammad kampanye langsung dibubar paksa oleh pihak terkait karena dianggap menyebarkan fitnah yang dianggap berdampak pada keresahan dan ketertiban masyarakat.

Perjuangan politik Dr.Mahathir Mohammad untuk menentang pemerintahan korupsi ternyata membuahkan hasil. Pasalnya beliau mendapat sokongan dari rakyat Malaysia itu sendiri. Dan berdasarkan hasil perolehan suara pengundian. partai UMNO yang berkuasa selama 30 tahun kalah telak. partai pembangkang memperoleh suara mayoriti.

Sehari selepas pemilu dan partai pembangkang dinyatakan oleh penyelenggaraan pemilihan umum negara Malaysia sebagai pemenang, Tun Sri Dr. Mahathir Mohammad langsung dilantik oleh yang dipertuan agung raja kerajaan Malaysia di istana raja.

Tidak lama berselang, keesokan harinya, Perdana Menteri Malaysia yang terpilih langsung melantik Mentri Mentri negara sebagai pembantu beliau. Begitu juga Anwar Ibrahim yang masih dalam tahanan menjalankan hukuman langsung dibebaskan beliau tanpa syarat.

Dalam waktu bersamaan, sempat tercium informasi, rajib Razak Bersama dengan keluarganya mau melarikan diri keluar negeri dengan menggunakan pesawat pribadi, tapi langsung digagalkan polis Diraja dan pihak keamanan Malaysia.

Masih berita yang sama, dugaan korupsi dana IMDB ditransper ke rekening pribadi beliau sebesar 42 juta Ringgit sama dengan 149 miliyar.

Najib Razak diperkirakan bakal menghadapi dakwaan untuk 10 kasus berbeda. Pembacaan dakwaan ini hanya berselang 18 jam dari penangkapannya pada Selasa pukul 15.00 sore waktu setempat. (03/07)

Najib ditangkap oleh badan anti korupsi malaysia terkait dugaan korupsi lembaga investasi negara, 1MDB sebesar hampir 64 triliun rupiah.

Bukti terbaru yang dimiliki aparat untuk menjerat Najib adalah dugaan transfer dana sebesar 42 juta Ringgit setara 149 miliar rupiah ke rekening pribadinya dari lembaga SRC yang merupakan cabang IMBD.

Ditempat terpisah, Kepala polis Diraja Malaysia mengingatkan tun Rafi, bahwa beliau dianggap sebagai propokator menggerakan masa menggesa untuk membebaskan Najib Razak. karena mereka menduga kes yang membabit Najib Razak itu sebagai kriminalisasi.

Sementara presiden PAS turut angkat bicara, bahwa tuntutan melawan korupsi bukan tuntutan pihak tertentu tapi merupakan tuntutan dari rakyat Malaysia. Demikian ujarnya.

Sementara Anwar Ibrahim turut angkat bicara, beliau membantah penangkapan mantan perdana menteri Malaysia Najib Razak itu politis, karena terbukti bersalah menyal menggunakan jabatan. Ujarnya

Katanya lagi, Saat itu, Najib yang berstatus PM sekaligus menteri keuangan mendapat mandat mengelola dana 4 miliar ringgit, atau Rp 14,1 triliun, dari SRC International, anak 1MDB.

Telah menyalahgunakan jabatan dengan menggelapkan 27 juta ringgit, atau sekitar 95,7 miliar. Demikian Terang presiden partai keadilan Malaysia itu. (aba)