PC IPNU Pekanbaru Ajak BEM UIN Tabayyun Terkait Mars Yalal Wathan Masuk Kampus

Wasiatriau.com – Terkait aksi demo yang digelar oleh Badan Eksekutif Mahasiswa ( BEM ) Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim ( UIN Suska ) terhadap rektor UIN Suska, membuat PC IPNU Pekanbaru angkat bicara. mengajak rekan rekan ” Tabayyun ” dululah. Demikian informasi yang diterima awak media melalui e-mail.
Berdasarkan informasi yang diterima, Pada hari Jum’at yang lalu (27/07/2018) dalam acara PBAK (Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan)Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim (UIN Suska) Riau mengadakan demo terhadap rektor UIN Suska Prof. Dr. KH. Akhmad Mujahidin, M.Ag.
Demo ini mereka (BEM) lakukan dikarenakan mereka menganggap rektor tidak independen karena pada satu hari sebelumnya rektor mengizinkan adanya mars ormas (organisasi kemasyarakatan) tertentu masuk kedalam kampus. Mars yang mereka permasalahkan itu adalah mars Yalal Wathan yang mereka anggap sebagai mars Nahdlatul Ulama.
Menanggapi hal ini, Saddam Orbusti Ritonga yang merupakan Ketua PC IPNU (Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama) Kota Pekanbaru memberikan tanggapannya kepada pada diskusi santai disalah satu cafe yang ada di Kota Pekanbaru. (29/07/2018).
Menurutnya, salah jika BEM UIN Suska menganggap itu adalah mars NU (Nahdlatul Ulama, red).
“Rekan-rekan BEM itu saya pikir salah kalau mengatakan itu (mars Yalal Wathan, red) sebagai mars NU. Itu bukan mars NU. Kata Saddam.
Pria yang merupakan mahasiswa S2 Ilmu Pemerintahan di kampus UIR ini menambahkan bahwa mars Yalal Wathan itu bisa diartikan sebagai mars kebangsaan atau mars nasionalisme. Kalau mars NU itu ada sendiri. Cetus Saddam.
Ia juga mengatakan bahwa rekan-rekan BEM itu perlu untuk mencari kebenaran terlebih dahulu sebelum bertindak.
“Menurut saya, rekan-rekan BEM itu perlu lah untuk mencari kebenaran dulu. Kalau istilah kitanya sih mereka harus Tabayyun dululah. Jangan ujuk-ujuk menuntut yang sebenarnya tidak tepat untuk dituntut”.
Kemudian Saddam juga berharap agar selain mereka (BEM UIN) melakukan Tabayyun, mesti mengakhiri tuntutannya.
“Saya berharap, tentunya selain melakukan Tabayyun, mereka juga harus segera menghentikan tuntutan mereka. Jangan biarkan kegagalan dalam memaknai sesuatu itu berlarut-larut menggerogoti kekuatan UIN sebagai sebuah lembaga. Ini kan akan merugikan jika terus berlarut-larut”. Tutup Saddam. (aba)