SPBU Bungara Raya Terbakar, Warga Lari Berhamburan

Diduga Kebakaran SPBU SIER Akibat Gas Bocor

Wasiatriau.com -Terkait terbakar Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Bunga Raya, Siak Sri Indra Pura Kebakaran, Rabu (4/7/2018) sekira pukul 17.35 WIB, sontak warga yang sedang membeli BBM saat itu lari berhamburan menyelamat kan diri dari kobaran api yang mulai membesar.

Berdasarkan informasi dikutib dari baharinews.com.dari salah seorang pengedara di tempat kejadian perkara (TKP), Ikhlas mengatakan, kejadian itu terjadi tepat pada pukul 17.40 WIB, puncak insiden itu berawal dari seseorang yang sedang melakukan pengisian dengan mengunakan jerigen sehingga terjadi kebakaran.

Penguna akun medsos Ikhlas mengungah kejadian itu tepat pada pukul 17.35 WIB, “terjadi kebakaran di pom bensin dekat Siak Sri Indra Pura kebetulan yang terbakar pas didepan motor untung cepat segera mundur klo gak udh ikut meledak sama2. Allahu akbar.” tulisnya.

Namun Beliau tidak menjelaskan sumber api dari mana dan serta apa objeknya lalu menimbulkan percikan bunga api, beliau hanya menyebutkan seseorang sedang pengisian menggunakan jerigen.

Pada kejadian itu, terlihat juga para petugas sedang melakukan pemadaman di lokasi kebakaran, belum diketahui akibat kejadian tersebut apakah ada korban jiwa.

Sampai berita ini dirilis, belum ada keterangan resmi dari pihak terkait jumlah kerugian maupun yang korban.

Ditempat terpisah, Berdasarkan pantauan dibeberapa SPBU yang ada di Provinsi Riau, pengisian jiregen sudah menjadi hal biasa, pemandangan sederatan jiregen mangkal di SPBU sudah menjadi pemandangan umum, meskipun tumpukan jerigen sesekali dapat jmenghambat kelancaran para konsumen kandaraan bermotor saat mau mengisi BBM.

Pengisian BBM menggunakan jiregen biasanya untuk kebutuhan masyarakat yang jauh dari SPBU, seperti bensin yang dijual eceran dipinggir jalan dan solar untuk kebutuhan nelayan dan petani dan berbagai kebutuhan masyarakat lainnya.

Mereka biasanya telah mendapat surat rekomendasi dari ketua RT sampai ke lurah atau kepala desa dan malah Camat setempat dan Mendapat jatah sesuai dengan kebutuhan masyarakat.Demikian pantauan awak media.(aba)***