Ustadz Abdul Somad Masuk Nominasi Wakil Presiden Hasil Ijtima Ulama dan Tokoh Nasional


Wasiatriau.com – Ustadz H.Abdul Somad Batubara Lc,MA asal Riau yang cukup dikenal vokalnya itu saat berceramah, menjadi ramai pembicaraan warga masyarakat. Pasalnya bukan karena ceramah beliau. Tapi karena beliau adalah salah satu tokoh masuk nominasi yang direkomendasi hasil Ijtima tokoh ulama dan tokoh nasional. Sabtu malam (28/07/2018) di Jakarta.

Berdasarkan informasi dari hasil keputusan Ijtima tokoh ulama dan tokoh nasional dalam acara yang dilaksanakan oleh gerakan Nasional pengawal fatwa ulama (GNPF-Ulama)telah memutuskan, merekomendasikan ustad Abdul Somad batubara Lc. MA sebagai mendapingi H.Prabowo Subianto menjadi capres dan cawapres 2019.

Dalam hasil keputusan dalam rapat pleno yang dipimpin oleh KH.Abdul Rasyid Abdullah Syafi’i menetapkan dua nama cawapres yang diusung, (a) Al Habib Dr.H. Salim Segaf Al – Jufri, ( b ) Ustadz Abdul Somad.Kedua tokoh ulama itu direkomendasikan oleh GNPF – Ulama sebagai pendamping Capres H.Prabowo Subianto.

Seperti diketahui, Ustadz Abdul Somad tetap diposisinya sebagai Ulama.Sedangkan Al Habib Dr.H. Salim Segaf Al Jufri dewan syuro PKS.

Sementara H. Prabowo Subianto dalam menghadiri pertemuan dengan tokoh ulama dan tokoh Nasional saat itu, ia mengatakan jika ada tokoh yang lebih baik lagi beliau siap mendukung demi untuk kemajuan Bangsa dan Negara.

Namun dalam rapat pleno GNPF ulama memutuskan H. Prabowo Subianto sebagai capres 2019 dan 2 nama direkomendasikan sebagai cawapres, Al Habib DR.H Salim Segaf Al Jufri dan Ustadz Abdul Somad.

Disisi lain,Prabowo sebagai ketua umum partai Gerindra juga telah membangun koalisi dengan PAN dan PKS serta dengan Demokrat meskipun sampai saat ini ( red ) belum ada informasi siapa calon wakil dari partai koalisi tersebut yang akan mendampingi ketum Gerindra itu maju jadi kontestasi capres dan cawapres 2019, masih dalam proses penyatuan dalam upaya untuk menyatukan tujuan dan kepentingan yang sama guna untuk kepentingan bangsa dan Negara yang lebih baik lagi.

Terkait rapat pleno Ijtima ulama dan tokoh nasional tersebut telah menghasilkan beberapa pion dan menjadi rekomendasi yang akan dititipkan kepada capres, antara lain ;

Merumuskan kateria ideal calon pemimpin dan pejabat publik yang akan dipilih oleh umat Islam, pemimpin yang beriman dan bertaqwa kepada Allah swt, memiliki ilmu dan kompetensi dalam penyelenggaraan negara yang konsisten dengan pembukaan UUD 1945.

Menghasilkan 3program dakwah khususnya, gerakan Indonesia sholat subuh berjemaah, gerakan anti pemurtadan dan pemberantasan aliran sesat.

Sementara rapat pleno komisi ekonomi menghasilkan delapan keputusan,untuk kemajuan umat Bangsa dan Negara

Helat Ijtima tersebut diikuti oleh 600 Ulama dan tokoh Nasional dari seluruh daerah Provinsi yang ada di Indonesia.

Acara tersebut dibuka langsung dewan pembina GNPF-Ulama Habib Muhammad Rizieq Syihab, Jumat malam (27/07/2018)

Turut hadir acara pembukaan sejumlah tokoh ulama dan tokoh Nasional, lima pimpinan partai politik, antara lain ketua umum Perta Gerindra, H. Prabowo Subianto, presiden PKS M. Sohibul Iman, ketua umum PAN Zulkufli Hasan, Ketua umum PBB Yusril Ihza Mahendra dan Ketua Umum partai Berkarya Hutomo Mandala Putra. (aba)***