Lius Pimpin Organisasi Pengusaha Eksportir Riau.


Wasiatriau.com – DPD Gabungan pengusaha Ekspirtir Indonesia (GPEI) Provinsi Riau dinakhodai oleh Ahmad Maritulius, SE. gelar rapat persiapan pelantikan,Senin (30/08/2018) di ruang sekretariat GPEI jalan Datuk Laksamana 229

Ketua DPD GPEI Provinsi Riau itu langsung memimpin rapat persiapan pelantikan pengurus yang direncanakan akan di gelar hari Rabu (08/08) pekan depan di pekanbaru

Beliau memaparkan berbagai hal terkait dengan wadah organisasi gabungan perusahaan eksportir Indonesia yang baru dipimpinya itu.

Begitu juga persiapan pelantikan tersebut, beliau menguraikanya satu persatu rangkaian prosesi acara yang akan digelar nantinya

Ketua DPD GPEI Provinsi Riau itu juga membacakan nana – nama pengurus sesuai dengan susunan struktur personalia organisasi itu yang telah di terbitkan surat keputusan oleh DPP GPEI pusat beberapa waktu yang lalu.

Suasana keakraban terlihat saat prose rapat persiapan pelantikan tersebut berlangsung. Pasalnya ketika pimpinan rapat membuka ruang diskusi meminta masukan ide dan gagasan kepada personil pengurus DPD GPEI yang hadir saat itu untuk menyempurnakan rencana yang sudah dibuat oleh panitia, begitu juga hal hal yang terkait kemajuan organisasi GPEI itu sendiri kedepanya.

Oleh karena personil pengurus GPEI Provinsi Riau direkrut dari berbagai profesi serta memiliki pengalaman berorganisasi,malah ada beberapa personil berprofesi sebagai wartawan senior Dumai. Sehingga eksestensi wadah GPEI dapat lebih eksis, hal itu terlihat dari cara jalanya rapat persiapan tersebut terkesan menjadi hidup dan lebih terarah.

Dalam diskusi rapat itu berbagai usulan dan saran yang diajukan salah seorang dari peserta rapat, Wawan,beliau menyebutkan tarif biaya ekspor,terkait keluhan dari Eksportir yang dikenakan biaya tarif yang tinggi,pihak pengusaha merasa berat, pasalnya mereka harus mengeluarkan biaya tinggi Ujarnya.

Sambung beliau lagi, antara satu daerah dengan daerah lain biaya tarif yang mereka keluarkan tak sama, tergantung daerah masing masing, untuk itu standar biaya tarif eksportur harus ditertibkan sehingga tidak lagi menimbulkan biaya tinggi. Terang Wawan.

Begitu juga yang disampaikan peserta lainnya, GPEI harus buat terobosan baru untuk Eksportir kota Dumai, 173 kilometer garis pantai. Dan berbatasan langsung dengan negara tetangga Malaysia dan Singapura, sementara warga Dumai juga merupakan daerah penghasil komuditi pertanian, hasil bumi ternak serta nelayan dan juga hiterland dari beberapa provinsi yang ada diSumatra,kan aneh kalau kota Dumai sebuah kota jasa pelabuhan tidak dibuka akses ekport seluas luasnya,tidak hanya ekspor CPO, seharusnya juga diberi peluang bagi petani, nelayan dan peternak membuka pangsa pasar ke luar melalui jasa Eksportir. Ujarnya.

Sambung beliau lagi,rasanya juga ada baiknya Dumai diusulkan menjadi daerah perdagangan lintas batas,agar masyarakat bisa menjual hasil komoditinya, jika akses ini bisa dibuka, tentu akan dapat meningkatkan penghasilan usaha kecil.dan menengah. Ujar beliau mengakhiri.(aba)***