Masyarakat Melayu Kecewa atas Arogansi Oknum Pertamina, Serahkan Kembali Seng Bantuan Yang Diberikan


Wasiatriau.com – Puluhan tokoh dumai mendatangi PT Pertamina RU II Dumai – Sei Pakning sambil membawa atap seng yang akan diserahkan kembali kepada perusahaan BUMN tersebut. hari Jumat (10/08/2018).

Berdasarkan pantauan dilokasi, mereka menyerahkan atap seng secara simbolis oleh masyarakat Dumai yang diterima langsung oleh beberapa orang karyawan PT. Pertamina RU II Dumai – Sei Pakning berlangsung tertib dan kondusif.

Turut hadir dalam penyerahan atap seng secara simbolis, Ketua Forum Pembaharuan Kebangsaan lembaga Kerukunan masyarakat Dumai ( FPKLKMD ) Zulkufli Ahad yang didampingi oleh Ketua Komite Reformasi Masyarakat Dumai (KRMD) Ahmad Maritulius,SE,Ketua KNPI Dumai Agustera serta beberapa personil KNPI

Turut juga hadir tokoh organisasi serta sejumlah awak media serta rombongan personil karyawan Pertamina Dumai sebagai pihak penerima atap seng tersebut.

Zulkifli Ahad selaku koordinator dan sebelum acara penyerahan beliau menyampaikan atap seng ini kami serahkan kembali pada Pertamina secara simbolis , kami menjaga marwah orang Melayu dan kami minta klarifikasi atas ucapan itu, jangan mengatakan tidak ada mengatakan, karena ada dua tiga orang sebagai saksi yang mendengar. Ungkapnya.

Kata beliau lagi, kalau mau yang lebih banyak kami serahkan seng bantuan tersebut.Sekali lagi kami minta Pertamina mengklarifikasi ucapan yang disampaikan. Ujar Zul Ahad.

Begitu juga orasi disampaikan Ahmad Maritulius, secara tegas mengutuk atas perlakuan kepada kami, karena tidak sesuai dengan seorang pejabat,Pertamina harus minta maaf kepada masyarakat Melayu atas ucapanya, Memang hal ini memerlukan waktu, tidak bisa minta maaf begitu saja dan tentu ada cara adat dan etikanya, beliau mencontohkan ” masak orang menumbuk kita tidak kita balas, setelah itu cukup minta maaf,” Ujarnya

Lanjut beliau yang akrab disapa Lius menambahkan, kita tidak mau kejadian serupa terulang lagi, dulu Pertamina ini pernah kami kunci pintu pagar waktu zaman samsirwan, ini juga orang orangnya, tapi kita tidak mau lagi kejadian seperti itu terulang.dan Pertamina akan macet kerja,yang rugi kita juga, apalagi kita akan menghadapi pilpres, pemilihan caleg, tentu kita harus menjaga suasana kondusif. Terangnya.

Salah satu Pengurus KNPI Dumai Tedi Candra, beliau meluahkan rasa kekecewaanya terlihat dari orasi yang di sampaikanya,kami mengucapkan terima kasih pada pt.Pertamina telah menyumbang seng kepada LAMR, kami merasa kecewa karena menjatuhkan Marwah kami, disini kami punya negeri,kami punya etika dan adat istiadat, dan kami tidak melarang siapapun mencari makan disini, bahkan pemuda pemuda kami mencari kerja disini begitu hajab, perlu bapak sadari, katanya lagi kami tidak tau bapak datang dari mana, jika bapak menghargai kami, kamipun menghargai, tapi kalau bapak tidak menghargai kami, maka kami pun lebih lagi tidak menghargai bapak,matipun kami siap demi menjaga marwah negeri kami. Ujarnya

Kami telah menyampaikan pada masyarakat dan pedagang kecil, meski tak punya uang tapi siap menyumbang seng yang telah diberikan oleh Pertamina. Tegas Tedi Candra.

Begitu juga hal yang sama orasi yang disampaikan tokoh tokoh masyarakat Melayu Dumai saat itu, mereka merasa kecewaan terkait ucapan oknum karyawan Pertamina Dumai beberapa hari yang lalu, mereka menganggap kurang pantas diucapkan kepada LAMR Dumai.

Salah satu perwakilan Pertamina menyampaikan mohon maafnya jika hal itu dianggap salah,beliau telah melakukan pertemuan dengan Datuk LAMR beberapa hari yang lalu, ujarnya

Begitu juga yang disampaikan bidang HRD,Taufik, beliau akan bawa aspirasi yang disampaukan bapak bapak ke GM Pertamina Dumai. Demikian Terang beliau singkat.

Setelah rombongan masyarakat menyampaikan aspirasinya atas perlakuan oknum PT. Pertamina yang dianggap kurang tepat lalu seng tersebut diserahkan secara simbolis oleh Zulkilfli Ahad dan didampingi Ahmad Maritulius. Penyerahan tersebut langsung diterima oleh perwakilan pihak perusahaan PT.Pertamina RU II Dumai – Sei Pakning. Demikian pantauan awak media di lokasi acara. (aba)